author photo
NEWSPORTAL.id - Melalui "Program Jaksa Masuk Rimba" Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebo Teguh Suhendro, Senin (16/04/2018), dampingi Syahlan Arfan wakil Bupati Tebo resmikan mushollah yang dibangun secara swadaya oleh Suku Anak Dalam (SAD) di pemukiman mereka, tepatnya di Dusun Wanorejo, Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Tebo.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahkan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa buku bacaan serta perangkat belajar dari Bank BNI 46 Cabang Bungo-Tebo kepada warga SAD.

Pada sesi tanya jawab, Temenggung Apung pimpinan SAD Muara Kilis berkeluh kesah kepada Wabup Syahlan diantaranya, minta penambahan guru bagi anak-anak SAD. “Guru yang ada sekali datang dua minggu kedepan belum tentu datang lagi. Sementara, anak-anak kami butuh pendidikan supaya pintar, “ketus Apung.

Selain itu, Apung juga minta Pemkab Tebo membangun sumur bor dilokasi pemukiman mereka. Masalahnya, setiap turun hujan sudah dipastikan selama 3 hari kondisi sumber air bersih mereka keruh dan kotor. “Kalo sudah turun hujan, paling tidak selama 3 hari kita tidak mendapatkan air bersih karena kondisi air kita keruh dan kotor, “keluh Apung lagi.

Ditempat dan waktu yang sama, Malenggang warga SAD Muara Kilis menyampaikan jika jalan dipemukiman mereka kondisinya rusak dan sulit dilalui. “Kalau bisa jalan di pemukiman kami diperbaiki pak, “katanya.

Malenggang juga mengutarakan keinginannya untuk bertani. Sementara, lahan yang ada saat ini luasannya sudah berkurang karena telah ditanam karet dan sawit. “Kami ingin sekali menanam jagung dan kedelai, tali lahannya sudah tidak ada lagi, “tuturnya.

Keluh kesah Temenggung Apung dan warga SAD Muara Kilis ini langsung ditanggapi oleh Syahlan Arfan Wakil Bupati Tebo. Terkait sumur bor, jelas dia, tahun 2018 ini ada anggaran dari Pemprov Jambi untuk membangun sumur bor. Jumlahnya ada 3 titik atau lokasi yakni, 1 titik di Kecamatan Tebo Ulu, 1 titik di Kecamatan Sumay dan 1 titik lagi di Kecamatan Tengah Ilir.

Namun, kata Wabup, dirinya belum mengetahui titik atau lokasi yang bakal dibangun di Kecamatan Tengah Ilir, “Nanti saya kordinasikan dahulu. Kalau memang bisa, yang saru titik di Kecamatan Tengah Ilir kita arahkan untuk dibangun disini, Masalahnya ini adalah wewenang provinsi, “beber Wabup.

Persoalan guru, lanjut Wabup, pihaknya sudah menempatkan 2 orang guru honor untuk pendidikan anak-anak SAD. Kemungkinan, menurut dia, karena kondisi jarak tempuh yang jauh sehingga guru tersebut tidak bisa hadir setiap hari.

“Solusinya, kita harus menambah 1 orang guru lagi. 1 orang ini harus dari sini agar dia bisa setiap hari datang mengajar, “ucap Wabup sambil minta kepada camat Tengah Ilir untuk segera mencarikan guru yang dimaksud.

Kembali dijelaskan Syahlan jika Pemkab Tebo memiliki keterbatasan wewenang, terutama yang berhubungan dengan perushaan. Sementara, kata dia, lokasi pemukiman SAD Muara Kilis berada didalam wilayah perusahaan (PT WKS).

“Jadi untuk perbaikan jalan rusak dan penambahan lahan untuk bertani, akan kita coba kordinasikan sama pihak perusahaan. Mudah-mudahan ada solusinya, “tutup Syahlan. (P01)

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post
HUKRIM (614) NEWS (401) SOROT (329) KERJA (119) OPINI (102) WARKOM (70) ARENA (60) WISBUD (24) EDUKASI (20) LENSA (15) POLITIK (14) SENI (11) EKOBIS (9) JEJAK (9) KREATIF (2)