author photo
Ilustrasi istimewa 
NEWSPORTAL.ID - Sejumlah orang tak habis pikir terhadap sikap Adam Aziz, Seorang pimpinan di PT REKI yang bisa menertawakan beredarnya dokumen dan rekaman dari karyawannya soal illegal logging dan pencurian barang bukti. 

Sebagiannya lagi justru miris ada apa sebenarnya di perusahaan restorasi hutan pertama di Indonesia ini, sehingga pimpinannya bisa bersikap semacam itu.

Seperti yang diutarakan oleh Jamhuri melalui media ini saat ngobrol langsung, Selasa (17/4) siang. 

Miris kenapa ada pimpinan di perusahaan malah tertawa atas sesuatu yang sensitif terjadi di internal perusahaannya, padahal, harusnya disikapi dengan cara yang bijak dan bertanggung jawab. 

"itukan sama halnya merendahkan diri sendiri di muka hukum dan karyawan. Jangan-jangan dia yang selama ini bermain atau menikmati kegaduhan yang menerpa internal perusahaannya itu, apa maksudnya?" cecar Jamhuri. 

"Sikap itu seolah-olah meludahi negara dan semua karyawannya, Maka dari itu, Kita harap semua bergerak dan segera dilakukan pemeriksaan" tegas Jamhuri. 

Sebelumnya, Kabar tak sedap menerpa PT Restorasi Ekosistem Indonesia (PT REKI), Soal adanya oknum di perusahaan tersebut yang terindikasi Illegal Logging.

Bukan tanpa dasar, sebab dokumen dan rekaman terkait hal ini sudah beredar di masyarakat termasuk rekan wartawan.

Dokumen rekaman internal karyawan PT REKI tentang skandal Illegal Logging serta dugaan pencurian barang bukti hasil tangkapan mereka. 

Media ini kemudian mengkonfirmasi Adam Aziz, Head of Stakeholder Partnership PT REKI, tentang perihal tersebut. 

Celakanya, Adam menanggapi hal ini hanya dengan tertawa dan mengaku jika yang tersebar itu merupakan cerita lama. 

"Kalau yang disebar Desnat itu sudah di cek polisi, Itu cerita lama" ujarnya (16/4).

Sekalipun awak media menjelaskan bahwa baru mendapat atau mendengar rekaman tersebut Adam tak bergeming. Malah menjawab munculnya berita ini hanya pengulangan saja.

Keanehan atau kerancuan sikap Adam inilah yang kemudian membuat sejumlah pihak dan keadaan semakin meradang. 

Termasuk seorang Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di lingkungan Provinsi Jambi. Menurutnya, Penertawaan atas kasus ini sangatlah tidak pantas apalagi oleh seorang pimpinan di perusahaan tersebut. 

"Kenapa di tertawakan kalau perlu dipanggil orangnya, iya kan, bener apa tidak"ucapnya, tanpa ingin disebutkan nama.

Begitu juga menurut Jamhuri, Beredarnya sejumlah dokumen dan rekaman karyawan soal Illegal Logging di internal PT REKI adalah aib bagi perusahaan itu. 

Demikian pula sikap Kadis Kehutanan Provinsi Jambi, Erizal, ketika di konfirmasi dirinya terlihat kaget.

Kemarin, Sembari menjamu tamu dari Kantor Staf Presiden yang membahas Perhutanan Sosial di kantornya dirinya berjanji segera menyiapkan waktu membahas persoalan ini. 

"Nanti kita dengar rekamannya ya, sekarang bapak masih pertemuan" ujarnya (17/4) siang.

Sehari paska berita ini terbit reaksi kalangan aktivis di Jambi terus mengelinding begitu saja, Diantaranya oleh Yuda dan Mahasiswa yang bertemu langsung newsportal.id malam tadi.

"Kami sedang menyiapkan segala sesuatunya termasuk akan melaporkan temuan ini ke pihak terkait dan duta besar penyokong dana perusahaan tersebut," ujarnya. 

Sebab lanjut Yuda, kenyataan ini betul-betul sudah sangat meresahkan kalau perlu dibekukan saja itu izinnya,"ucapnya mengakhiri (P03)

SILAHKAN KOMENTAR 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post