author photo
NEWSPORTAL.id - Masyarakat Desa Berembang antusias dengan adanya penerbitan sertifikat tanah yang selama ini menjadi salah satu program prioritas Presiden Jokowi. Hal ini disampaikan oleh Nurmansyah.

Ia menjelaskan bahwa tahun ini, dari target 500 penerbitan sudah 425 sertifikat yang telah diserahkan kepada Masyarakat.

"Tahun ini Desa Berembang sudah menerbitkan 431 sertifikat tanah. Tahun ini yang sudah terukur itu 504 yang terealisasi sudah mencapai 431,"ujarnya

Ia menjelaskan bahwa sebelum adanya program sertifikat tanah untuk rakyat dari Presiden Jokowi, sangat sedikit warganya yang mengurus sertifikat tanah. Hal ini menurutnya terjadi karena stigma masyarakat yang takut adanya pungli.

"Kalo yang sebelumnya itu tidak ada payung hukumnya dan sering timbul terjadi pungli. Alhamdulillah untuk program sertifikasi tanah ini, masyarakat merasa terbantu dan terlindungi, karena sudah ada payung hukumnya, Kebijakan Pemerintahan saat ini memang menjawab kebutuhan masyarakat selama ini untuk menghindari tumpang tindih lahan dan memberikan kekuatan hukum diatas tanahnya” ia menjelaskan.

Selain itu, Ia menambahkan bahwa masih banyak warga yang belum mengetahui hal tersebut dan sampai saat ini BPN dibantu pihak desa juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait program Presiden Jokowi ini.

"Stigma masyarakat pembuatan sertifikat itu butuh biaya besar. Namun, masyarakat belum banyak yang paham bahwa sertifikat melalui Prona ini tidak mengenakan biaya yang besar," ujarnya

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa, masyarakat hanya cukup membayar Rp 200 ribu rupiah sudah bisa memiliki sertifikat tanah. Ia menjelaskan bahwa uang Rp 200 ribu tersebut merupakan biaya untuk masyarakat.

"Ini ada ketentuannya, untuk wilayah Jambi khususnya Berembang itu biayanya Rp 200 ribu. Untuk kegunaan biaya pembelian materai, patok, dan administrasi kelurahan dan BPN," jelasnya

Ia berharap masyarakat dapat mengunakan kesempatan ini. Karena menurutnya program pembagian sertifikat tanah ini tidak selalu ada, dan kemungkinan hanya pada masa Pak Jokowi saja.

"Kita himbau agar warga bisa manfaatkan program yang sangat jarang ada ini. Karena memang bermanfaat bagi masyarakat dan memudahkan dalam penerbitan sertifikat," pungkasnya.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan penerbitan sertifikat tanah melalui Prona ia mengatakan syaratnya cukup mudah.

"Menyerahkan Foto kopi KTP, KK, Surat Keterangan (Sporadik/jual beli) sudah itu serahkan ke Desa," tutupnya

Adanya program sertifikat tanah untuk rakyat yang ada di Desa Berembang juga disambut baik oleh masyarakat sekitar. Hal ini disampaikan oleh Hendra, Ketua RT 08 Desa Berembang. Ia mengatakan bahwa dengan adanya penerbitan sertifikat tanah melalui Program ini warganya merasa terbantu dan sangat berterimakasih kepada pemerintah telah mengeluarkan kebijakan tersebut.

"alhamdlulillah kita merasa terbantu, karena memang warga saya khususnya tidak banyak yang memiliki sertifikat tanah. Dengan adanya Program dari pemerintah ini warga saya sangat antusias untuk mengurus sertifikat, kami bersyukur adanya program pemerintah ini yang sangat memperhatikan masyarakat" jelasnya

Hal senada juga dikatakan oleh seorang warga RT 08 Desa Berembang, Popi. Ia mengatakan bahwa, selama ini dalam pembuatan sertifikat tanah mengalami kendala dalam biaya. Namun dengan adanya program sertifikat tanah untuk rakyat dari pemerintah ini ia merasa segala bentuk kesulitan menjadi dipermudah.

"Iya kalo dulu kan memang biaya nya besar. Alhmdulillah dengan sertifikat untuk rakyat ini, saya merasa terbantu, apalagi kami mendapat pembagiannya secara bersamaan saat video conference dengan 7 provinsi lainnya bersama Pak Jokowi pada akhir tahun lalu di Lapangan Kantor Bupati Muaro Jambi” pungkasnya. (red)

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post
HUKRIM (614) NEWS (401) SOROT (329) KERJA (119) OPINI (102) WARKOM (70) ARENA (60) WISBUD (24) EDUKASI (20) LENSA (15) POLITIK (14) SENI (11) EKOBIS (9) JEJAK (9) KREATIF (2)