author photo
NEWSPORTAL.id - Gajah liar terus berkeliaran di dua desa di Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo. Diperkirakan, jarak lokasi keberadaan gajah dengan pemukiman warga tidak sampai 1 Km. Hal ini dikatakan Anton Sekretis Desa Kandang, Kecamatan Tebo Tengah.

“Paling jarak gajah dengan pemukiman sekita 700 meter,”ujar Sekdes kepala media ini, Selasa (08/05/2018).

Saat ini, jelas dia, warga yang memiliki kebun sawit maupun kebun karet yang berada disekitar lokasi keberadaan gajah memilih untuk tidak ke kebun. “Warga takut ke kebun, takut diserang gajah,”kata dia.

“Paling warga yang kebunnya dekat rumah atau jauh dari lokasi gajah yang berani ke kebun. Itupun was-was kalo sewaktu-waktu ketemu gajah, “kata dia.

Untuk itu, Sekdes berharap agar intansi terkait untuk mencari solusi agar gerombolan gajah tersebut dihalau ketempat habitatnya. “Warga sudah resah sekali atas ulah gajah tersebut, “tutupnya.

Sementara itu, Danramil 416-05 Muara Tebo membenarkan adanya gajah liar merusak kebun sawit warga di dua desa Kecamatan Tebo Tengah. Namun belum diketahui berapa jumlah luasan kebun sawit maupun kebun karet yang dirusak oleh gajah tersebut.

Danramil mengaku jika dirinya telah berkoordinasi dengan instansi terkait agar gajah liar tersebut bisa dikendalikan dan dikembali ke hutan, sehingga aktifitas masyarakat tidak terganggu.

“Laporan dari Babinsa saya membenarkan bahwa ada, sedikitnya 3 ekor gajah merusak kebun warga Kandang dan juga,”sebutnya.

Sementara guna mencegah tindakan warga terhadap binatang yang dilindungi itu, Danramil sudah mengintruksikan kepada Babinsanya untuk melakukan pendekatan dan koordinasi dengan perangkat desa dan warga.

“Anggota kita juga sudah memberikan pengertian, sebab gajah tersebut merupakan hewan yang dilindungi, dan kita akan segera kordinasi dengan dinas terkait, agar tidak ada tindakan warga yang bertindak sendiri sendiri,’’ tegasnya.

Diketahui, Camat Tebo Tengah, Ade Nofriza saat dikonfirmasi media ini juga membenarkan kejadian tersebut. “Iya ada gajah berkeliaran di desa Kandang dan desa Pelayang, “ujar Camat dikonfirmasi media ini, Selasa (08/05/2018).

Dikatakan camat jika kejadian tersebut sudah dilaporkannya kepihak terkait dalam hal ini Bupati Tebo dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi.

Dari hasil laporan tersebut, bilang camat, tim BKSDA Provinsi Jambi bakal turun ke Tebo pada Jumat mendatang (11/05/2018). “Nanti BKSDA bersama intansi terkait yang menghalau gajah tersebut. Katanya Jumat nanti, “ucap Camat lagi.

Jelang kedatangan tim BKSDA, Camat menghimbau kepada warga agar berhati-hati dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Tidak itu saja, camat juga minta kepada warga untuk menyiapkan obor yang sewaktu-waktu bisa digunakan untuk menghalau gajah.

“Agar tidak ada korban jiwa, kami mengingatkan warga untuk berhati-hati terkait kemunculan gajah liar ini,” himbau Camat.

Diberikan sebelumnya, sudah sepakan ini, gajah liar yang diperkirakan berjumlah 3 ekor berkeliaran bebas di desa Kandang dan Desa Pelayang Kecamatan Tebo Tengah Kabupaten Tebo.

Selain merusak kebun sawit milik warga, keberadaan gajah liar tersebut membuat resah dan ketakutan warga desa setempat. (P01)

SILAHKAN KOMENTAR 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post