author photo
NEWSPORTAL.id - Taman hutan Kenali Pal 11 atau yang lebih familiar dengan sebutan Hutan Pinus, merupakan salah satu destinasi wisata di Provinsi Jambi.

Taman seluas 10,5 hektare ini berada di jalan Kenali Asam Bawah, Pondok Meja, Kilometer 11, yang mulanya adalah areal konservasi.
Namun, saat ini keberadaan hutan pinus dikelola oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, dan pada hari libur dan momen-momen tertentu selalu ramai dikunjungi.

Dinas Kehutanan Provinsi Jambi melalui Bambamg Rosyid Sriyanto Kepala seksi Perbenihan Tanaman Hutan, saat dijumpai NEWSPORTAL.id mengatakan jika wisata hutan pinus terbuka untuk umum. “Siapa saja boleh berwisata kemari, dan ini dibuka setiap hari,”ujar Bambang saat berbincang dengan wartawan NEWSPORTAL.id di hutan pinus, Kamis (12/07/2018).
Dijelaskannya, sesuai Perda setiap pengunjung dikenakan restribusi atau biaya masuk. Untuk perorang dewasa, biaya yang dikenakan sebesar Rp 5 ribu dan anak-anak Rp 3 ribu.

Untuk rombongan dari perguruan tinggi dan sekolah, dewasa dikenakan biaya Rp 3.500 per orang dan anak-anak Rp 2.000 per anak.
Out Bond, Hiking, Camping atau yang sejenisnya, siang mulai pukul 08.00 Wib sampai pukul 16.00 Wib dikenakan biaya Rp 150 ribu, malam dari pukul 19.00 Wib sampai pukul 05.00 Wib dikenakan biaya Rp 200 ribu. “Kalau siang malam dikenakan restribusi sebesar Rp 300 ribu, “jelas Bambang.

Selain itu, lanjut dia, wisata hutan pinus juga boleh digunakan untuk lokasi pemotretan pra wedding. Untuk biaya, dikenakan sebesar Rp 250 ribu per paket. “Biaya itu semua sesuai dengan Perda, “ucapnya.
Selain pohon pinus dan tanaman lainnya yang menjadi daya tarik, ungkap Bambang, didalam area wisata hutan pinus juga tersedia fasilitas umum seperti gazipo, aula, WC umum, dan lain sebagainya.

Fasilitas tersebut, kata dia, bisa digunakan oleh pengunjung secara gratis atau tidak dikenakan biaya. “Silahkan pengunjung memanfaatkan fasilitas yang ada. Yang penting dijaga,”kata dia.
Bagi pengunjung yang butuh atau ingin menanam pohon, ujar Bambang, pihaknya menyediakan berbagai jenis bibit tanaman. Bibit tanaman ini disediakan secara gratis. “Jadi siapapun yang berkunjung kesini boleh minta bibit tanaman. Itu kita sediakan secara gratis. Syaratnya cukup menyerahkan photo copy KTP. Per orang boleh membawa bibit pohon maksimal 200 batang,”kata Bambang meyakini.

Ditanya apakah ada target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada wisata pohon pinus ini, Bambang mengatakan, “Ada, Rp 100 juta per tahun. Sampai Juni 2018 ini, PAD yang sudah terkumpul sebesar 44 persen atau Rp 44 juta,”jelas dia.

“Kita optimistis bisa mencapai target bahkan over target. Pasalnya, masih ada beberapa moment besar yang biasanya ramai pengunjung, seperti hari raya Idul Adha, Natal dan Tahun Baru, dan beberapa moment lainnya,”tutup Bambang mengakhiri perbincangan. (P01)

SILAHKAN KOMENTAR 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post