author photo
Nyoman saat dirawat (13/9/2018)
NEWSPORTAL.ID - Nyoman, Seorang warga Desa Muaro Kilis Kecamatan Tengah ilir Kabupaten Tebo hingga hari ini (13/9) sudah memasuki hari ketiga dirawat secara intensif di Rumah Sakit Umum Tebo.

Selain mengalami luka-luka dibeberapa bagian tubuh lengan bagian kanan Nyoman tampak dibalut perban dari jari hingga siku.

Kabarnya lengan tersebut nyaris putus paska insiden penganiayaan yang dialaminya senin kemarin (10/9/) pagi.

"Saya tidak tau yang jelas tiba-tiba hari itu ada belasan orang datang lalu mendorong kepala saya dengan senapan angin dan membacok saya hingga terkapar" ujar Nyoman saat menjelaskan kronologi kasus yang dialaminya ketika ditemui awak media siang ini di rumah sakit.

Kasus penganiayaan terhadap dirinya ini terjadi di sebuah pondok yang lokasinya tak jauh dari desa Belanti Jaya Kabupaten Batanghari.

"Kalo yang membacok itu namanya Sunar dan saksi yang lihat pada saat itu ada 5 orang diantaranya Safari dan keluarga termasuk keponakan Kapolda namun namanya saya lupa,"ujarnya menegaskan.

Seminggu sebelum kejadian kata Nyoman dirinya sempat mendengar ada ancaman dari pihak SMB padahal dirinya sendiri juga anggota di organisasi tersebut.

Ancaman itu menurutnya disampaikan oleh Muslim selaku ketua SMB (Serikat Mandiri Batanghari) pada rapat umum anggota.

"Ada dua orang yang diancam selain saya ada satu lagi namanya Hermansah,"ungkap Nyoman.

Kami berdua ini lanjutnya menjadi target eksekusi dan di fitnah menilap uang organisasi padahal sebenarnya kami berdualah yang paling kritis mendorong dan menanyakan transparansi keuangan di organisasi SMB.

"Memang saya dengan Hermansah kerap menyampaikan supaya pola keuangan di SMB itu terbuka saja,  yang masuk dan keluarnya berapa, dicatat, disampaikan, karena yang kami lihat selama ini tidak jelas dan apa yang kami sampaikan adalah aspirasi daripada anggota bukan kemauan kami pribadi " Terangnya lagi.

Ketika ditanya apakah insiden penganiayaan terhadap dirinya ini berkaitan dengan hal tersebut Nyoman menjawab singkat masih berkaitan.

Sebab paska menyampaikan aspirasi itu dirinya dengan Hermansah tampak dimusuhi oleh Muslim kemudian diancam.

Media ini selanjutnya mengkonfirmasi Hermansah yang saat ini sedang berkeliling ke anggota untuk cari solusi pembiayaan Nyoman yang saat ini masih terbaring di rumah sakit.

Hasil dari konfirmasi itu Herman mengungkap rasa keprihatinannya atas musibah terhadap sahabatnya Nyoman.

"Boro-boro dapat uang justru uang kami pribadi yang habis bahkan untuk beli minyak motor pun kadang ngutang sana-sini demi memperjuangkan apa yang jadi harapan di masyarakat"ujarnya menepis tudingan Muslim kepadanya soal menilap uang organisasi.

Apa yang kami lakukan kata Herman justru untuk menyelamatkan dan demi kebaikan organisasi atau bagaimana organisasi ini bisa berjalan sesuai dengan AD/ART.

"Sebab, Sistim yang ada saat ini di organisasi seperti kerajaan saja siapa yang kritis mau di eksekusi." Cetusnya lagi.

Sementara itu Nyoman saat ditanya apa harapannya dari musibah ini hanya menjawab dua hal.

Untuk masyarakat dirinya berharap tetap duduk di PT. WKS kabupaten Batanghari berapapun yang diberi pemerintah sebaiknya itu diterima.

Sedangkan untuk Muslim dirinya akan tuntut secara hukum karena main babit saja, sudah melakukan upaya pembunuhan terencana, sudah semena-mena padahal apa yang dilakukan dirinya termasuk Herman adalah untuk kebaikan organisasi dan masyarakat (Red)

SILAHKAN KOMENTAR 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post