author photo
Ilustrasi/net

NEWSPORTAL.id - Sejumlah kelompok tani di Kabupaten Tebo, Propinsi Jambi menerima 61 unit alat tanam jagung (cronplenter) dari Kementrian Pertanian (Kementan) seharga Rp. 1.087.000.- per unit.

Bantuan tersebut diterima pihak Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Ketahanan Pangan (TPHKP) Tebo, pada 24 Oktober 2018 lalu. Baru kemudian diserahkan kepada kelompok tani dihampir seluruh kecamatan dalam Kabupaten Tebo pada 8 November 2018.

Salah seorang warga desa Teluk kayu Putih, Kecamatan Tujuh Koto, James mendapatkan informasi dari warga masyarakat bahwa, ada isu yang disebar di masyarakat bahwa bantuan alat tanam jagung itu diberikan oleh oknum caleg partai Golkar berinisial BH. James sangat menyayangkan informasi yang diterima masyarakat itu. Jangan masyarakat disuguhi informasi yang tidak benar dan terkesan membodohi.

“Makanya saya menyatakan tidak mungkin alat itu bantuan dari oknum caleg tersebut. Saya ingin pastikan apakah ada bantuan dari pemerintah kepada kelompok tani di desa Teluk Kayu Putih ini, itu saja. Tidak etis kalau bantuan pemerintah dikatakan bantuan oknum caleg (anggota dewan)," kata dia beberapa waktu lalu.

Terpisah, pelaksana tugas kepala Dinas TPHKP kabupaten Tebo, M. Ziadi, melalui kepala seksi Alsintan, Zulfahmi mengaku tidak tahu apakah bantuan yang diterima dinas untuk diberikan kepada kelompok tani merupakan bentuk proyek aspirasi atau tidak.

Yang jelas, menurut dia, bantuan itu adalah bantuan pemerintah pusat melalui Kementrian Pertanian. Bukan bantuan dari oknum caleg seperti isu yang berkembang dimasyarakat.

Dibeberkannya, bantuan yang dimaksud telah didistribusikan kepada kelompok tani binaan dinas yang berada di 10 kecamatan di Kabupaten Tebo. Kesepuluh kecamatan itu adalah Kecamatan Tujuh koto, Tujuh Koto Ilir, Serai Sermpun, Tebo Ulu, Muara Tabir, Tebo Ilir, Tebo Tengah, Sumay, Rimbo Bujang, dan Tengah Ilir. “Peralatan yang diterima kelompok tani tersebut berikut suku cadangnya, “ kata  kasi Alsintan, Zulfahmi, Rabu (9/1) siang, dikantornya.

Caleg dari Partai Golkar Budi Herman (BH), Jumat sore (11/01), menegaskan bahwa informasi yang beredar dimasyarakat itu tidak benar. Dia menduga jika isu tersebut sengaja dimainkan lawan politiknya.

BH juga mengaku sudah melakukan komunikasi dengan pihak PPL desa Teluk Kayu Putih dan meminta klarifikasi soal bantuan tersebut. Menurut Budi, bahkan dirinya tidak tahu sama sekali kapan bantuan itu diberikan.

Budi Herman membantah keras isu yang menerpa dirinya. Tidak ada sama sekali informasi seperti itu disampaikan petugas penerima bantuan mesin cornplenter dari dinas TPHKP. Hal Itu dijelaskannya sebagai bantuan pemerintah bukan dari bantuan darinya sebagai caleg Partai Golkar dapil 4 ataupun sebagai anggota fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tebo, Propinsi Jambi.

"Saya juga baca aturan, ada caleg  yang telah terbukti, didiskualifikasi terkait masalah seperti ini. Kalaupun ada bentuk bantuan caleg ada aturan tertentu, tetapi hanya bisa nilainya dibawa satu juta," jelas Budi Herman (BH) yang dihubungi, Jum'at (11/01).

Dikatakan dia bahwa sekarang masyarakat sudah sangat cerdas, dan dapat menyerap informasi yang baik dan yang benar. Bahkan terhadap pihak keluarga, dia juga menyampaikan agar tidak menyampaikan informasi sembarangan. Apalagi yang tidak benar memicu hoaks. “Apalagi sampai mengaku bantuan pemerintah disebut bantuan pribadinya sebagai calon anggota legislatif pada pemilu 2019. Hal ini perlu diluruskan,”katanya.

" Karena untuk menjadi anggota atau pejabat daerah itu sudah ada kehendak Allah. Kita hanya bisa menjalankan tetapi harus dengan jalan dan cara-cara yang baik dan beretika," katanya. (sya)

SILAHKAN KOMENTAR 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post