*BEE*

*BEE*

Thursday, February 18, 2016, February 18, 2016
By: flowerlovers (Mardiah)

Guratan hasrat itu muncul dalam benakku, ada sesuatu yang menyentuh indah di pertahanan kalbu. Mungkin ini tak biasa aku menyukainya lewat sentuhan kata yang terukir dalam blog bernamakan “BEE” .

Menulis adalah duniaku, memisahkan ku darinya sama saja seperti menyuruhku berhenti bernafas. Diriku adalah seorang blogger meski blog yang kunamai “Flower” tak sepopuler blog Bee tapi setidaknya aku bisa menyapa setiap insan yang menikmati karyaku lewat tulisan.“pagi ola,” suara itu sontak membangunkanku dari lamunan.
,”Evan, kamu ngapain sih tiap pagi demen amat  gangguin orang. Kamu kan tau apapun yang kamu lakuin tetap aja  aku enggak akan bisa suka sama kamu,” jawabku dengan nada membentak.
,”aku tau ola, tapi aku akan tetap ikhlas kok buat suka sama kamu,”jawabnya dengan tampang yang membuatku semakin iilfiil.

Entah kenapa aku benar-benar tak bisa untuk membuka hati untuk Evan, akupun sulit untuk menahan emosi dan sikap kasarku kala aku harus berhadapan dengannya. Menurutku evan bukan lelaki yang aku inginkan, dia sama sekali tak sama seperti mr. Bee impianku itu. Sebenarnya aku juga tidak berniat menyakiti evan lelaki yang jelas-jelas begitu menggilaiku itu, dia mulai jadi penggemarku semenjak kami sama-sama duduk dibangku SMP kelas satu kala aku menyelamatkannya dari kejahilan anak laki-laki yang kebetulan kakak kelas kami waktu itu. Aku yang memang dari kecil terlatih bela diri bukan hal susah  bagiku untuk melawan anak-anak jahil. Semenjak itu dia seperti mendewa-dewakan aku dan tentu saja sudah menunjukan betapa lemahnya dia sebagai laki-laki dihadapanku.

Aku masih memandangi sudut-sudut perpus kampus itu sambil sesekali memandang buku yang kupegang, seperti bisa membaca pikiranku sahabatku melani angkat bicara,” ola, kamu masih mikirin mr. Bee kamu itu ya?come on beibh, dia itu tak nyata kamu saja belum pernah berkomunikasi dengannya Cuma karena melihat di profil googlenya dia itu laki-laki kamunya udah kayak orang linglung gini.
,”mel, dia itu beda, sentuhan kata-katanya itu aku bisa ngerasain kalau dia itu tipe aku banget. Aku penulis mel, aku bisa ngerasain bagaimana dia berkomunikasi lewat postingannya di blog “Bee” itu. Kamu enggak kan pernah ngerti mel karena kamu bukan penulis,”jelasku panjang lebar.
,”yang beginian nih yang bikin perut ku mules, kata-kata mu mbak udah kayak angin sepoi-sepoi di telinga ane,”jawab melani dengan nada khas miliknya.
,”entahlah mel, aku pun tak tahu kenapa aku bisa suka sama orang yang identitasnya enggak jelas gini, tapi kan benar banget tuh kata lagu al-ghazali “cinta itu buta dan tuli”,”kataku sambil bernyanyi.
,”itu mah beda konsep mbak, ingat ya ola tamara kamu aja enggak tau usia mr. Bee mu itu berapa, gimana kalau dia itu anak ingusan,”kata melani sambil mencibir ke arahku
,”enggak melani kiara, melalui sentuhan sajak-sajak  yang bertajuk “derat luka” itu aku bisa ngerasain sosok dewasa dan ketegasan ada disana,”kataku dengan  sedikit menggebu-gebu.
,”udah ah, laper aku ngomongin mr.bee mu itu, makan nyok,”katanya dan aku pun mengiyakannya dengan mengekor dibelakangnya.

Deretan kata itu kian membuatku terpesona dalam keindahannya, aku  bisa merasakan betapa sosok itu hidup dalam anganku. Andai ada keajaiban yang menyatukan hasrat suci ini ingin kuajak pria ku itu tuk menua bersama dalam kesetiaan yang tiada akhir. Mr bee..meski aku hanya bisa menyentuhmu lewat rinduku ketahuilah aku disini menunggu kisah yang hanya engkau mampu mengukirnya.

Pagi itu setelah membaca postingan terakhir pangeran hatiku yang bertajuk “sepasang mata” itu cukup membuatku semangat untuk  melewati kerasnya hari ini.
,”ola, udah diliat belum kamu dapat dimana magangnya, tapi sayang ya kita enggak satu kantor,”kata melani menghampiriku yang baru datang.

Tanpa menunggu komando langsung saja kuhampiri sederet nama yang di tempel itu. ,”oh my god..kok bisa satu tempat sama dia ,”gerutuku dalam hati.
,”La, aku enggak nyangka kita bisa satu tempat,”suara itu mengejutkan ku.
,”evan riando, yang magang di raffa group itu bukan Cuma kita berdua tau, jadi enggak usah berasa kayak anugrah terindah gitu deh, satu lagi itu mulut kalau udah selesai di pakai jangan lupa di tutup, enek tau enggak liatnya,”kataku sambil meninggalkannya dan duduk disamping melani yang sedari tadi menungguku itu.
,”La, kamu kok kejam banget sih sama evan, dia itu manis, pinter ,dan aktif lagi di kegiatan sosial,”kata melani yang nada bicaranya mirip sales marketing itu.
,”ohya?itu hanya perasaan dek melani saja,”jawabku mengikuti logat bang haji roma irama.
,”aku tuh serius tau...jujur ya la aku tuh suka sebenarnya sama dia tapi sayang seisi kampus ini juga tau dia Cuma sama kamu,”kata melani yang pernyataannya sedikit membuatku terkejut namun tak begitu kuindahkan.

Ada warna berbeda pada pagiku kali ini, ya...ini hari pertamaku magang dengan cantik maksimal versi ku itu kumulai hari penting ini.

Setelah mendapat pengarahan dari direktur  Raffa group , aku pun mulai bertugas sesuai tanggung jawabku. Aku ditempatkan dibagian marketing namun aku belum bertemu dengan staff yang menangani bagian itu. Aku masih menunggu di ruangan , terlintas dibenakku bagaimana kalau dia itu killer dan enggak mau senyum. Ya ampun...enggak lucu banget kalau aku harus menuliskan pengalaman magangku yang jauh dari kata berkesan di note pribadiku.
,”assalammu’alaikum...maaf lama menunggu. Saya khoirul co. Divisi marketing,”suatu suara mengejutkanku. Wajahnya begitu indah, tutur katanya seolah menghipnotisku dan aku bisa merasakan betapa tutur lembut itu begitu dekat denganku.
,”emm...saya ola tamara pak, yang magang dibagian marketing,”kataku setelah sadar dari lamunanku.

Pak khoirul begitu mempesona, dia sangat baik dan mengajariku begitu sabar ada kenyamanan yang tercipta ketika aku mendengar tutur katanya. Penggalan kata yang keluar dari bibirnya seolah tidak asing lagi bagiku. Ya..Allah apa dia mr. Bee?aku bisa merasakan jika dia sosok yang aku cari selama ini.

Hari-hariku lalui dengan begitu indah meski setiap hari aku harus bertemu dengan Evan yang menurutku perusak mood itu, namun ada warna yang indah dihariku saat ini, lelaki bernama lengkap khoirul azam itu benar-benar mengubah duniaku saat ini. Kami selalu melewati hari bersama dan dia juga selalu mengirim pesan singkat berisi puisi indah yang kata-katanya seperti menguatkan karakter mr.bee pada dirinya.  Kedekatan itu telah menumbuhkan benih cinta dihatiku, aku berniat ketika nanti khoirul menyatakan cintanya akan ku katakan jika aku adalah pengagum berat dirinya. Ya..aku sudah mencintai dirinya dari deret kata yang ia ukir karena aku yakin sekali jika dia adalah mr. Bee yang aku cari. Aku adalah orang yang percaya akan kekuatan perasaan, aku mengenali mr. Bee lewat hatiku sehingga benih cinta itu tumbuh lewat kata dalam layar monitorku. Hatiku saat ini benar-benar yakin jika rindu yang selama ini tak beralamat dan mencari pemiliknya akan segera bermuara dan tempat berlabuhnya tentu saja adalah khoirul azam lelaki yang terpaut usia nya denganku 8 tahun itu. Dia sosok yang nyaris sempurna untuk hatiku, aku yang memang pengagum lelaki dewasa begitu lengkap saat kutahu dia pria yang matang untukku.

Kesibukan magang membuatku merindukan siceriwis Melani sahabatku itu, memanfaatkan weekend aku langsung saja menghubungi sahabat kentalku untuk bertemu di cafe favorite kami. Aku langsung menunggunya di Sahara cafe itu,  sambil menunggu melani datang aku sudah memesan makanan favoriteku dan melani. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti didepanku dan seorang pria berkarakter dewasa dan ternyata pria itu mengantar melani.
.”keren tuh pacar baru, kenapa enggak diajak gabung kok malah disuruh pergi?,”tanyaku  seperti menodong saat melani sudah didekatku.
.”ya ampun, takut banget kayaknya aku mengakhiri kesetiaanku sebagai jomblo,itu mas faqi sepupu aku. Eh dia itu tipe kamu banget lho DEWASA dan plusnya lagi dia itu pengusaha sukses yang udah buka cabang diberbagai daerah,dan kebayangkan kalau jadi istrinya”terang melani panjang lebar.
,”kamu kok doyan banget sih promosiin orang, kemaren evan sekarang sepupu sendiri. Melani, aku emang suka pria dewasa tapi aku bukan pemburu lelaki kaya. Tujuan aku kesini itu mau cerita kalau aku sudah ketemu mr. Bee,”jelasku.
,”what? So sweet banget sih, udah kayak di film-film korea, trus gimana waktu dia bilang kalau dia itu mr.Bee kamu?,”tanya melani semangat.
,”dia belum bilang sih, Cuma feeling aku yakin banget kalau dia itu mr.Bee,”jawabku dengan mantap
,”yaelah..gini nih yang bikin lemes, by the way siapa sih yang kamu bilang mr.Bee itu?tanyanya lagi
,”dia co. Marketing di tempat aku magang, dia itu dewasa banget pokoknya trus yang bikin aku yakin kalau dia itu mr.bee dia itu puitis banget dia sering banget ngirimin aku puisi yang penggalan katanya itu kayak diksinya mr.bee. dan satu lagi aku pernah enggak sengaja liat laptopnya walpapernya itu logo yang biasa dipakai mr.bee di blognya. Kurang apa coba buktinya?,”jelasku lagi.
,”ya..semoga saja analisimu kali ini tepat nona alay,”katanya sambil menggodaku.

Tiba-tiba dering nada pesan dari handphoneku berbunyi dan seperti biasa si evan selalu mengirimiku sederet puisi panjang yang sama sekali tak pernahku baca.
,”pasti dari evan, tuh muka kayaknya enggak enak banget diliat tau. Jangan gitu amat mbak kalau enggak suka sama sesuatu,”tegurnya
,”aku enek banget sama nih orang sumpah, aku tuh enggak pernah suka sama puisinya dibaca aja enggak kok masih setia aja absen ngirim puisi,”ujarku sinis
,”enggak usah berlebihan vroh, gimana kalau seandainya  mr.bee yang kamu cari itu evan,”katanya yang membuatku tersentak.
,”enggak mungkin banget, dari kata-katanya aku bisa ngerasain kalau dia itu sama sekali bukan mr.bee,”balasku
,”ngerasain gimana?orang puisinya enggak pernah kamu baca,”jawabnya yang membuatku semakin kesal.
,”apaan sih bahas dia, aku enggak mood nih. Ohya kamu ada uang enggak minggu depan mas khoirul ulang tahun. Rencananya aku mau ngasih dia surprise Cuma kiriman aku belum waktunya kalau minggu depan,”mohonku
,”sebenarnya aku pengen banget bantu kamu ola, tapi kemarin aku baru bayar kontrakan, gimana donk?apa kita minta bantuan sama mas faqi aja gimana?,”tawarnya
,”apaan sih kamu?kenal juga enggak tiba-tiba ngutang. Udah enggak apa-apa kok nanti coba aku cari pinjem sama anak kost deh,”jawabku.
,”yaudah, tapi kalau kamu udah buntu banget jalannya call aja aku,”kata melani dengan senyum khas miliknya itu.

Kisah cinta yang penyatu kami adalah untaian kata ini kurasa kian indahnya. Melodi cinta seolah berdenting senada dengan suasana hatiku. Tak terbayangkan penantian rindu yang sering kupanjatkan lewat doaku di sepertiga malam kini doa diatas sajadah itu akan berujung dengan keindahan.

Aku masih dalam kebingungan karena sampai saat ini aku belum mendapatkan pinjaman untuk surprise partynya mas khairul. Ini adalah H-3 menjelang ultahnya mas khairul tapi aku belum juga mendapatkan uang. Anak kosan juga enggak ada yang mempunyai uang semua anak-anak magang juga sudah kutanyai kecuali evan karena memang aku tak berselera untuk menanyainya karena aku sudah tidak punya pilihan akhirnya aku memutuskan untuk menjual kalung perhiasanku hadiah dari almarhum kakekku dulu .Aku mulai menyiapkan persiapan ultahnya mas khairul aku pakai jasa sahara cafe untuk tempat surprise partynya, saat aku sedang sibuk dengan persiapan ultah mas khairul tiba-tiba handphoneku berbunyi dan kulihat melani menelponku.
,”ya mel, kenapa?,”tanyaku setelah mengangkat telponku.
,”la, tadi aku dapat kabar katanya evan kecelakaan di jalan enggak jauh dari rumah kamu dan dia enggak tertolong dia meninggal la,”kata melani sambil menangis.
,”maaf banget mel, kayaknya aku enggak bisa datang deh aku sibuk banget buat persiapan ultahnya mas khairul. Sampaikan aja belasungkawa aku ya daah..assalamu’alaikum,”kataku sambil menutup telepon.

Evan meninggal??mungkin sudah takdirnya dan lagian bukannya bagus setidaknya aku enggak perlu merasa tertekan lagi setiap melihat wajahnya yang menyebalkan itu,”gumamku dalam hati.

Sabtu malam yang indah, aku sudah menyiapkan segalanya dengan sempurna, sesempurna cintaku untuk mas khairul alias mr.bee ku itu. Aku memintanya untuk datang ke sahara cafe dan tentu saja aku sudah menunggunya dengan kado special untuknya. Setelah lama ku menunggu akhirnya sosok yang nyaris sempurna itu datang. Dengan wajah yang sedikit kebingungan kupersilahkan ia duduk.
,”mas, aku minta maaf sebelumnya karena mungkin yang aku lakuin ini sudah melampaui batas. Tapi jujur aku sudah tak kuat untuk menahan perasaan ini, memang secara adat ketimuran aku sudah melanggar etika sebagai seorang wanita karena berani menyatakan perasaan. Cuma aku ingat kisah umirul mukminin khadijah r.a bukankah dia juga seorang wanita dan berani menyatakan perasaannya untuk dinikahi Rasulullah SAW memang beliau menggunakan perantara untuk menyatakan perasaannya. Tanpa perantara aku mau bilang Mas, aku suka banget sama kamu, apa aku masuk kriteria calon istri kamu,”ungkapku dengan penuh perasaan.
,”jujur ola, mas merasa tersanjung karena bisa disukai wanita secantik kamu, dan kamu juga wanita baik yang pernah mas kenal. Tapi mungkin waktu yang salah atas pertemuan kita, mas sudah mempunyai anak dan seorang istri. Keluarga adalah hal yang terpenting dalam hidup mas, mas minta maaf bukan mas tidak mau sama kamu tapi keadaan yang membuat mas tidak bisa menerima kamu,”jelasnya yang membuatku sangat terkejut.
,”apa?kamu benar-benar tega mas, kenapa enggak bilang dari awal kalau kamu itu suami orang. Dan apa artinya kedekatan kita selama ini trus apa maksud puisi yang sering kamu kirim ke aku itu?,”tanyaku dengan mataku berkaca-kaca.
,”ola, mas anggap kamu itu kayak adik mas sendiri karena kalau mas liat kamu mas jadi ingat adik mas yang meninggal dia mirip banget sama kamu dan soal mas sudah beristri bukan maksud mas merahasiakannya tapi memang mas rasa dalam urusan pekerjaan kita enggak perlu mas untuk menjelaskannya karena kamu juga tidak bertanya trus soal puisi yang mas kirim itu karena memang mas suka menulis jadi disela-sela kesibukan mas sempatin untuk share puisi kesemua kontak yang ada di handphone mas,”jelasnya lagi.
,”oke...tapi tolong jawab lagi mas, apa mas pemilik akun blogger “Bee”?,”tanyaku dengan nada keras.
,”oh, bee?mas salah satu penggemar tulisannya sampai mas buat logonya jadi walpaper di laptop mas,”jawabnya dengan bersemangat.
,”cukup mas, aku permisi pulang dulu,”kataku sambil berlalu meninggalkan mas khairul yang tidak bergerak sama sekali mengejarku.

Sulit kugambarkan bagaimana kecewanya aku..tiada kata yang bisa ungkapkan bait sedih ini. Aku sedih bukan karena aku telah sia-sia mengorbankan perhiasanku hanya untuk lelaki beristri yang menolakku tapi hal yang membuatku sangat terpuruk karena ternyata mas khairul bukan mr.bee yang kucari. Kalau dia bukan mr.bee lantas aku harus cari kemana lagi mr.bee impianku itu?apa mimpi yang sekian lama kubangun harus dibayar dengan kesia-sian begini?saat aku sedang terpuruk aku teringat melani Cuma dia yang bisa mengerti aku. Langsung saja aku menuju kontrakannya.

Sesampainya disana belum sempat kubercerita tentang masalahku dia menyambutku dengan muka yang tidak bersahabat.
,”tumben masih ingat teman, nih diary evan mungkin kalau pesan singkatnya kamu enggak mau baca, tapi tolong ini aku mohon sempatin waktu kamu buat bacanya,”katanya sambil menyerahkan diary itu padaku.

Sebenarnya kalau boleh jujur mendengar namanya saja aku malas apalagi harus membaca tulisannya tapi kupikir tidak ada salahnya juga aku membacanya karena dia juga udah enggak akan muncul lagi dalam hidup aku. Aku pun mulai membacanya..

Dear diary...
Aku tak akan pernah bisa suka sama siapapun kecuali kamu ola Cuma kamu cinta sampai di penghujung nyawaku

Dilembar berikutnya

Sejujurnya aku senang ola karena bisa magang satu kantor sama kamu, Cuma aku sakit ola saat kulihat tatapanmu beda jika kamu melihat khairul. aku tau bermimpi pun mustahil bagiku untuk bisa mendapat tatapan yang sama seperti khairul karena bagimu aku lebih dari pada najis . tapi aku akan selalu ikhlas ola

Lembar demi lembar kubaca sampaiku pada lembaran terakhir

Ola, aku minta maaf tadi aku mencuri dengar kamu berbicara dengan fanya kalau kamu butuh uang. Kenapa kamu tidak mau mengadu padaku ola padahal jangankan sekedar uang nyawaku saja kalau kamu yang minta aku rela ola.
My motorcycle..kamu memang berjasa dalam hidupku tapi kalau untuk kepentingan ola aku rela untuk melepasmu ke pemilik baru mu.

,”evan kecelakaan saat mau mengantarkan uangnya kerumah kamu, ”kata melani saat ku telah selesai membaca diarinya.
Tak terasa air mata penyesalan mengalir dari kedua bola mataku, aku benar-benar wanita yang tidak punya hati. Aku tidak pernah memperlakukan evan dengan baik bahkan aku memperlakukannya lebih rendah dari seorang pengemis. Rasanya aku benar-benar merindukan sosok yang selalu membuatku jengkel itu, aku rindu saat dia memanggilku dengan lembut aku rindu suara yang dulu menurutku sangat menjijikan itu. Bahkan aku tidak pernah mau membaca pesan singkatnya hingga detik terakhir. Wanita sejenis apa aku ini sampai kepemakamannya pun aku tak datang, padahal jelas-jelas dia meninggal karena ingin mengantarkan uang kepadaku. Dari untaian katanya sepertinya evan seorang penulis berbakat, apa jangan-jangan dia adalah bee??.
,”mel, apa ada informasi lain yang kamu ketahui tentang evan?apa dia mr.bee mel?,”tanyaku disela isak tangisku.
,”masih sempatnya kamu memikirkan laki-laki dalam khayalan kamu itu, evan tidak ada hubungannya dengan mr.bee kamu itu. kamu udah jadi penyebab meninggalnya cowok yang aku sayang la, aku sangat mencintai evan sejak dari kita SMP. Aku udah berusaha untuk ngedeketin dia tapi dia selalu dan selalu saja membicarakan kamu didepan aku. Lantas ini balasan kamu buat dia? Dihari pemakaman dia kamu malah sibuk dengan urusan pria lain. Aku  memang tau kalau kamu itu egois ola, Cuma aku baru tahu kalau kamu itu enggak punya hati. Sekarang kamu pergi dari rumah aku, aku enggak punya teman yang enggak ada hati kayak kamu,”kata melani dengan nada membentak.
Tubuhku terasa lemas dengan tiada berdaya aku pergi meninggalkan rumah sahabat  yang kini membenciku  itu. hari- hariku dipenuhi lembar penyesalan yang tiada akhir. Aku seperti orang yang kehilangan arah, setiap hari aku melihat ponselku dan berharap ada puisi dari evan untukku. Aku merindukanmu evan..kamu orang yang enggak pernah berhenti untuk memperhatikan aku hingga di detik terakhirmu. Aku dibutakan ambisiku untuk mendapatkan mr.bee lelaki yang identitasnya saja tidak jelas, sampai aku mengorbankan kamu yang sudah jelas begitu mencintaiku. Aku tidak hanya kehilangan evan tapi aku juga sudah kehilangan melani  sahabatku, dia selalu menghindariku di kampus  atau dimanapun ketika berjumpa denganku. Aku pikir ini memang pantas untuk  orang yang tidak punya hati sepertiku. Saat ini aku sudah mengubur ambisiku untuk mencari lelaki yang sudah membuatku mengorbankan banyak hal yang tak lain adalah mr.bee itu. meski tanpa sahabat dan evan yang mencintaiku kufokuskan diri untuk menyelesaikan kuliahku  yang sudah di semester akhir.
Kehilangan telah menyadarkanku arti kasih yang sesungguhnya,jika ada takdir  yang mampu menghidupkan evan kembali aku tentu bersedia untuk menerimanya bahkan menjadi istrinya tapi itu tentu saja hal yang sungguh tidak mungkin terjadi bagaimanapun kuatnya keinginanku tapi takdir sudah berjalan didepanku.
Aku memandangi foto berbaju toga yang tak lain adalah diriku itu, ada kesedihan yang kuukir di balik senyum di foto itu. aku sedih karena dihari penting itu melanipun masih tetap pada pendiriannya untuk tidak mengenalku lagi. Pendosa sepertiku memang pantas mendapatkan ini, sahabat macam apa aku  ini?sebegitu dangkalkah kepedulianku sampai aku tidak tahu jika melani mencintai evan yang setengah mati menggilaiku itu. sudah hampir setahun aku tak berjumpa melani, jujur aku benar-benar merindukannya. Dia sahabatku satu-satunya, karena untuk orang egois seperti aku sulit untuk bisa mempunyai sahabat dalam jumlah banyak. Mel..kamu kenapa enggak bisa maafin  aku. Aku menyesal mel, aku rindu sama kamu,”gumamku dalam hati.
,”ola, apa kamu masih menganggapku sahabatmu,”sebuah suara mengejutkanku.
Aku mengenal suara itu, bahkan aku sangat merindukan suara itu ya...itu suara sahabatku melani.
Melani,”seruku sambil memeluknya dan sontak tangis rindukupun memecah dalam pelukan itu.
,”ola, aku minta maaf jujur awalnya aku memang benar-benar tidak bisa terima karena evan orang yang aku sayang sudah tidak bisa aku lihat lagi. Tapi kamu sahabat aku la, aku enggak akan pernah bisa membencimu. Aku ingat bagaimana kamu menjagaku ketika aku sakit, kamu tempat aku berkeluh kesah dan kamu adalah saudara senasib aku dikota ini. Saat jauh dari keluarga selalu ada kamu yang nguatin aku,”kata melani
,”aku juga mel, aku benar-benar minta maaf mel, aku menyesal,”kataku lagi dengan penuh penyesalan.
,”ola, apa kamu masih mencintai mr.bee ?,”tanyanya sambil menatapku.
,”mel, bagi aku mr.bee udah enggak ada lagi, aku sudah menguburnya dalam kenangan masa laluku,”jawabku tegas.
,”tapi la, aku sudah menemukan mr.bee mu, aku bisa membawanya untukmu,”kata melani bersemangat.
,”sudah mel, aku mohon jangan bicarakan apapun tentang mr.bee itu. aku benar-benar sudah tidak ingin membicarakannya dan siapapun dia aku sudah tidak peduli lagi. Dan sekarang waktunya aku dan sahabatku untuk menikmati quality time yang tertunda,”jawabku
,”yaudah kalau gitu,sahara cafe kayaknya udah kangen banget tuh sama kita,”ujaur melani sambil tersenyum.
,”bisa aja kamu, yaudah aku siap-siap dulu habis itu kita meluncur,”kataku sambil beranjak kekamar.
,”siip..nona alay,”sahutnya.
Tak henti rasa syukur kupanjatkan padamu pemilik takdir, engkau sudah mengembalikan sahabatku melani ya rabb. Pagi itu, aku membolak-balik surat kabar harian itu dan mataku sibuk mencari lowongan pekerjaan. Setelah lulus kuliah aku memang memilih untuk mencari pekerjaan dikota namun takdir baik saja belum berpihak padaku. Sampai detik ini aku masih berstatus pengangguran. Tiba-tiba teman kosanku menghampiri kekamarku.
,”ola, ada yang cari kamu tuh di depan, punya pacar ganteng kok enggak cerita-cerita sih,”godanya yang membuatku sedikit mengernyitkan dahi.
,”pacar? Sampai detik ini  tak satu pun aku dekat dengan pria ?trus siapa lagi laki-laki yang datang itu,”gumamku penuh tanda tanya.
Langsung saja kutemui pria yang dimaksud, sosoknya seperti pernah kujumpain sebelumnya tapi aku tak begitu ingat dimana aku berjumpa dengannya.
,”maaf, sebelumnya anda ini siapa?,”tanyaku
,”boleh saya duduk,”jawabnya
,”oh silahkan.”kataku sambil ikut di kursi yang ada di depan pria itu.
,”sebelumnya saya minta maaf sudah mengganggu pagi-pagi begini. Nama saya raffaqi setyo saya kakak sepupunya melani sahabat kamu,”katanya memulai pembicaraan.
,”oh mas faqi yang sering diceritain melani, tadi pantesan aku kayak pernah lihat gitu wajahnya,”jawabku berbasa-basi.
,”begini ola, kamu pemilik blog “flower” ya?jujur aku begitu menyukai tulisan-tulisan kamu tapi karena kamu tidak mencantumkan nama asli jadi saya kesulitan untuk mencari kamu. Saya seorang blogger juga, nama blog saya “Bee” saya sengaja menyembunyikan identitas saya karena orang tua saya menentang hobi saya sejak kecil, mereka ingin saya jadi pengusaha seperti mereka. Kamu tau kan bagaimanapun jiwa penulis itu tidak akan pernah mati meski dalam identitas yang sampai detik ini tak banyak orang tau, saya berusaha menyapa penikmat karya tulis saya melalui blog “bee” itu,”jelasnya yang membuatku setengah tak percaya.
,”tapi kok mas bisa tahu saya teman melani dan saya itu flower dari mana?,”tanyaku penuh selidik.
,”kamu memang enggak pernah cantumin identitas asli kamu, tapi kamu pernah kan posting foto kamu di tulisan kamu yang judulnya “siluet senja”. Kebetula usaha saya itu sudah buka beberapa cabang dan salah satunya di kota ini. Kamu ingat “raffa group” ?itu kebetulan saya suruh adik saya yang menghandlenya kebetulan kemarin saya mampir kesana dan melihat data anak magang yang tahun lalu enggak saja saya melihat data kamu. Saya senang sekaligus kaget kalau flower yang saya cari ternyata pernah magang dikantor itu. saya lihat lagi dibawah foto kamu itu kan ada asal kampus kamu dan lagi-lagi takdir berpihak padaku kamu kuliah di kampus dan jurusan yang sama dengan melani sepupuku dan lebih terkejutnya aku ketika aku cerita sama dia ternyata kalian berdua sahabatan,”jelasnya panjang lebar.
Berbagai rasa tengah menyelimuti hatiku saat ini, rasanya aku tidak mampu berkata apa-apa dan kucoba angkat bicara.
,”aku memang sangat mencintai mr.bee bahkan aku sudah mengorbankan banyak hal demi untuk bertemu dengannya, tapi aku sudah menguburnya dalam-dalam,”jawabku lirih.
,”melani juga sudah cerita tentang evan, ola, apa kamu mau mengulang hal yang sama untuk kedua kalinya mengabaikan orang yang jelas-jelas sangat mencintai kamu, mungkin cintaku tak seindah cinta sayyidina ali pada fatimah azzahra. Tapi ketahuilah aku mencintaimu lewat hatiku, hatiku membawa pada tulisan yang engkau ciptakan takdir yang mengantarkan aku padamu. Bertahun-tahun aku memendam rasa untuk orang yang sama sekali aku tidak kenal, berjuta doa aku panjatkan agar rinduku sampai pada engkau yang selama ini hanya kusapa lewat doa,”ujarnya tulus
,”tapi mas aku enggak mau pacaran dari dulu melani juga tau tentang prinsipku itu,”jawabku lagi.
,”ola, aku datang kesini bukan untuk memintamu jadi pacarku tapi aku ingin memintamu jadi pendampingku yang halal,”balasnya serius.
Didetik itu aku hanya mampu meneteskan air mata betapa baiknya engkau padaku ya rabb..setelah semua dosa yang kulakukan engkau tetap saja menetapkan takdir yang indah untukku. Engkau ijabah doaku disaat hatiku ingin menyerah, tiada kata yang tepat ungkapkan syukur ini. Engkau kirimkan aku lelaki yang begitu kucintai lewat tulisannya itu dan untuk kesekian kalinya tak hentinya aku bersyukur karena saat ini aku bersuamikan mr.bee lelaki dewasa yang usianya terpaut 10 tahun denganku. Dia cukup sempurna untuk hatiku bukan karena kemapanannya tapi karena dia imam yang baik dan menuntunku untuk mendapat ridhoNYA.

Sungai Bengkal, 19 januari 2016

TerPopuler