Ratusan Jurnalis Ungkap Korupsi Global Perusahaan Offshore 

Ratusan Jurnalis Ungkap Korupsi Global Perusahaan Offshore 

Tuesday, April 5, 2016, April 05, 2016
Foto Tempo.co : Vladimir Putin, presiden Rusia, mengunjungi markas besar GRU, Main Intelligence Administration di bawah Angkatan Bersenjata Rusia. SPUTNIK/ DMITRY ASTAJOV
TEMPO.CO, Washington DC - Senin, 4 April 2016, puluhan media di seluruh dunia, termasuk Tempo.co dari Indonesia, bersama-sama mempublikasikan sebuah laporan investigasi mengenai firma hukum Mossack Fonseca. Kolaborasi ini diorganisasi oleh International Consortium of Investigative Journalists.

Jutaan dokumen finansial dari firma hukum asal Panama ini bocor setahun lalu. Isi dokumen itu mengungkapkan bagaimana jejaring korupsi dan kejahatan pajak para kepala negara, agen rahasia, pesohor, sampai buronan disembunyikan di surga bebas pajak. Dokumen bocor ini diperoleh koran Jerman Süddeutsche Zeitung.

Sampai saat ini, ada 12 kepala negara (mantan dan yang masih menjabat) yang namanya secara langsung tercatat memiliki perusahaan di yuridiksi bebas pajak (offshore).

Mereka adalah :

1. Presiden Argentina Mauricio Macri;

2. eks Perdana Menteri Georgia, Bidzina Ivanishvili;

3. Perdana Menteri Islandia Sigmundur Davíð Gunnlaugsson;

4. eks PM Irak, Ayad H. Allawi;

5. eks PM Yordania, Ali Abu-Ragheb;

6. eks PM Qatar, Hamad Jassim J.M. Al Thani;

7. Emir Qatar Sheik Hamad bin Khalifa Bin Hamad Al Thani;

8. Raja Arab Saudi H.R.H. Prince Salman;

9. eks Presiden Sudan, Ahmad al-Nirghani;

10. Presiden Uni Emirat Arab Sheik Khalifa Bin Zayed bin Sultan Al Nahyan;

11. PM Ukraina Pavlo Lazarenko;

12. Presiden Ukraina Petro Poroshenko.

Selain 12 kepala negara itu, dokumen Mossack Fonseca juga menemukan detail transaksi keuangan yang melibatkan orang-orang dekat Presiden Rusia Vladimir Putin. Mereka pun menemukan bahwa ipar Presiden Cina Xi Jinping memiliki perusahaan offshore di surga bebas pajak.

Dokumen ini juga berisikan daftar perusahaan gelap yang dikendalikan sedikitnya 33 orang dan perusahaan yang masuk daftar hitam pemerintah Amerika Serikat. Sebagian karena mereka bekerja dengan kartel narkoba Meksiko, organisasi teroris seperti Hezbollah, atau terkoneksi dengan negara yang pernah mendapat sanksi internasional seperti Korea Utara dan Iran.

"Temuan ini menunjukkan bagaimana dalamnya praktek yang merugikan dan kejahatan di perusahaan-perusahaan yang sengaja didirikan di yuridiksi asing (offshore)," kata Gabriel Zucman, ekonom dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat, dan penulis buku The Hidden Wealth of Nations: The Scourge of Tax Havens.

Dokumen bocor ini diperiksa beramai-ramai oleh sebuah tim yang terdiri atas 370 jurnalis dari 76 negara.

Mossack Fonseca sendiri memiliki kantor cabang di Hong Kong, Zurich, Miami, dan 35 kota lain di seluruh dunia. Firma ini adalah salah satu pembuat perusahaan cangkang (shell companies) terbaik di dunia. Perusahaan cangkang adalah sebuah struktur korporasi yang bisa digunakan untuk menyembunyikan kepemilikan aset perusahaan.

Total ada 214.488 nama perusahaan offshore dalam dokumen yang bocor ini. Ratusan ribu perusahaan itu terhubung dengan orang-orang dari 200 negara. ICIJ akan mempublikasikan semua nama perusahaan ini pada awal Mei 2016.

Laporan lengkap investigasi ini bisa dibaca di https://investigasi.tempo.co/panama/. Adapun infografis lengkap mengenai nama-nama orang terkenal yang tersangkut dokumen ini bisa dilihat di https://panamapapers.icij.org/the_power_players/.

TIM TEMPO

Sumber TEMPO

TerPopuler