Kisah Pembunuhan Seorang Gadis Terancam Pasal Berlapis

Kisah Pembunuhan Seorang Gadis Terancam Pasal Berlapis

Sunday, January 28, 2018, January 28, 2018

NEWSPORTAL.ID - Kisah ini bermula laporan warga, Cik Ona, Ibu kandung korban DW (18 tahun) yang heran - kenapa di hari itu - Kamis (25/1) DW terlambat pulang dari biasanya.

Menurut Azman, Kepala Dusun Pangkal Bloteng Desa Teluk Rendah Ulu Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo, Hari itu korban mengantar adiknya ke sekolah.

Namun, hingga pukul 09.00 Wib tak jua pulang kerumah padahal sudah ditunggu-tunggu oleh Ibu Korban (Istri dari Kesnadi).

"Orang tua korban mengadu bahwa anaknya dak sampai-sampai kerumah, sepulang ngantar adiknya kesekolah,"ungkap sang kadus.

Setelah mendapat laporan dari orang tua warga di dusun pun langsung melakukan proses pencarian.

Pertama kali warga menemukan jejak motor korban di lokasi kebun sawit H. Junai.

Disitu warga juga menemukan Cesing Hp milik korban yang selanjutnya menyusuri pinggiran sungai Batanghari untuk terus mencari.

Tak lama kemudian warga heboh, sebab korban (DW) ditemukan sejumlah warga sudah tidak bernyawa di dalam sungai Batanghari.

Jasad DW ditemukan oleh Kolop. Pria tersebut lalu memanggil Rasidi untuk membantunya mengangkat jasad sebab jasad berada di dalam sungai terikat dengan akar pohon. 

"Korban sudah ditemukan dengan posisi diikat pake akar kayu dalam sungai Batanghari, dengan kedalaman 5 meter,"terangnya pada saat evakuasi (25/1).

Dari kasat mata, di wajah korban ditemukan bekas luka yang mengeluarkan darah dibibir.

Kapolres Tebo AKBP Budi Rachmat, saat di konfirmasi wartawan membenarkan atas penemuan jasad tersebut.

"Iya benar, ada penemuan mayat di dusun Pangkal Bloteng, Saat ini Tim Olah TKP sudah turun ketempat kejadian”ungkapnya singkat (Kamis (25/1) 

Polisi Dalami Kasus

Dibantu Babinsa dan masyarakat setempat, Jumat pagi (26/1), kepolisian Polres Tebo turun ke TKP untuk menyelidiki seperti apa persisnya kematian DW hingga ditemukan di dalam sungai Batanghari.

Kapolres Tebo juga turun langsung ke TKP untuk melihat langsung upaya pengumpulan data guna melengkapi proses penyelidikan. 

"Kita cek Tkp untuk mengumpulkan data baik lewat jejak ataupun informasi warga," kata Kapolres.

Kapolres berharap, kasus ini segera terungkap dan menghimbau kepada warga jika ada yang melihat sesuatu yang mencurigakan segera bekordinasi dengan pihaknya.

Menurut pantauan di TKP, Sedikitnya ada enam titik yang dijadikan dasar polisi untuk melakukan penyelidikan pasca pembunuhan.

Disekitar TKP masih tertinggal beberapa barang bukti milik korban yakni casing HP dan sandal korban. Semua itu sudah diamankan sebagai barang bukti. 

Polisi Amankan Saksi Kunci

Selain mengamnkan sejumlah barang bukti, polisi juga mengamankan saksi kunci untuk antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Ya,  kita telah menemukan sanksi kunci atas kasus penemuan jasad di Pangkal Bloteng. Untuk antisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, saksi kunci terpaksa kita amankan sementara, "kata AKBP Budi Rachmat, Kapolres Tebo. 

Selain itu, Pihaknya juga sudah memeriksa beberapa saksi. Baik itu dari pihak korban maupun dari warga sekitar.

Namun pihak kepolisian pada saat itu belum mau memastikan apa motif pelaku terhadap korban. Sebab masih dibutuhkan banyak data, barang bukti, dan keterangan yang kuat. 

Tiga Tersangka Diringkus

Tak sampai 24 jam kerja keras pengusutan kasus dugaan pembunuhan sadis terhadap DW akhirnya berhasil di ungkap kepolisian.

Polisi meringkus 3 tersangka warga desa setempat yang diduga pelaku pembunuhan. Ketiganya dibekuk di lokasi persembunyiannya masing-masing dengan waktu yang berbeda pada dini hari sabtu (27/1). Kapolres menerangkan ketiga pelaku adalah tetangg korban sendiri.

"Benar, Sudah kita amankan 3 orang warga terduga pelaku, saat ini masih diperjalanan menuju Mapolres Tebo,"ujarnya (27/1).

Kapolres menambahkan, Untuk saat ini kita belum mengetahui kronologis sebenarnya dan peran dari masing-masing pelaku.

Warga Memadati Mapolsek

Warga yang penasaran dengan wajah terduga pelaku kasus pembunuhan DW memadati Mapolsek Tebo Ilir untuk mencari kejelasannya sendiri.

Polsek Tebo Ilir ramai dikunjungi warga baik warga sekitar maupun warga dari luar desa. 

Kedatangan warga ingin mengetahui siapa saja TSK pelaku dugaan pembunuh sadis ini.

"Iyo sayo penasaran nian, siapo sebenarnyo pelakunyo, " ujar salah seorang warga yang mengaku tinggal di Bukit Sari Desa Teluk Rendah Pasar, Kecamatan Tebo Ilir, Sabtu (27/1).

Hal demikian dibenarkan Kapolsek Tebo Ilir, Iptu Gohan Ramses.

"Warga penasaran dan ingin mengetahui siapa Tsk pembunuh Dina. Karena kasus pembunuhan seperti ini baru pertama kali terjadi di Tebo Ilir, "kata Kapolsek.

Pura-pura Jadi Pahlawan

Salah satu tersangka pelaku pembunuh DW gadis berusia 18 tahun ini ternyata sempat ikut membantu proses evakuasi jasad DW dari dalam sungai Batanghari, Kamis (25/1).

Korban yang baru 2 tahun tamat sekolah MAN ini di aniaya pelaku hingga luka lalu di ikat dengan akar pohon ke motor miliknya kemudian dibuang ke dalam sungai Batanghari. 

"Kami temukan korban sudah tewas terikat di motor miliknya,"ungkap salah seorang warga yang ikut mengevakuasi korban.

Sebelum DW ditemukan, keluarga korban terlihat panik.

Ternyata kepanikan keluarga korban itu  di manfaatkan oleh Tsk berpura-pura menjadi pahlawan. 

Sebab, Tsk ikut mencari korban bahkan ketika jasad korban ditemukan di dalam sungai driinya (Tsk) juga ikut terjun ke sungai untuk membantu proses evakuasi. 

"Pelaku ikut membantu evakuasi korban di sungai,"terang Nul warga Teluk Rendah Ulu.

Diduga, usai melakukan evakuasi tersebut, Tsk yang berinisial ST (22) tersebut, Kabur ke daerah Sarolangun.

Kapolres Tebo melalui kasat Reskrim, AKP Hendra Wijaya M, SI.K ketika di konfirmasi membenarkan jika Tsk sempat mengevakuasi korban.

"Ya memang baru satu Tsk yang mengaku. Kita menangkap Tsk ini karena curiga, dia (Tsk) setelah mengevakuasi korban langsung kabur dari dusun setempat," jelas Kasat. 

Pada saat itu, Tsk masih menjalani pemeriksaan di ruang Kasatres Polres Tebo.

Sebelum Dibunuh Korban Diperkosa

Ternyata, Tsk berinisial ST (22) yang sempat kabur ke Kabupaten Sarolangun ini, sebelum membunuh, sempat berkali-kali memperkosa DW korbannya. 

Sadisnya lagi, Setelah puas melampiaskan nafsu setannya tersebut, Tsk kemudian mengikat korban dan menenggelamkan korban hidup-hidup ke dalam sungai Batangahari.

"Informasinya, pelaku mengaku jika memperkosa korban sebelum menenggelamkan korban hidup-hidup,"ungkap salah satu sumber di Polres Tebo (27/1)

Keluarga Sangat Terpukul

Aziati, Keluarga Ipar ST, Tsk pembunuh DW (18) mengaku sangat kecewa dengan ST yang sudah membuat malu keluarganya.

Dia pun mengatakan, Belum genap setahun ST sudah memiliki istri berinisial NU.
Paska menikah, ST belum memiliki pekerjaan tetap.

"Tidak ada kerja tetap, Paling hanya cari nyari ikan di sungai,"Kata Aziadi  (27/1).

Menurutnya, Selama ini yang memberi makan sang istri adalah mertuanya sendiri yang kondisinya juga sudah sakit-sakitan.
Sambil tersedu, Aziati mengaku sangat terpukul dengan ulah ST tersebut.

"Tidak menyangka kalau dia seperti itu. Selama ini dia tak pernah menunjukan gelagat mencurigakan, sebab jarang komunikasi dengan  masyarakat," tuturnya menambahkan.

TSK Terancam 20 Tahun Penjara

Setelah melalui rangkaian proses pemeriksaan secara marathon, Polres Tebo akhirnya menetapkan ST (22) sebagai tersangka tunggal pelaku pembunuhan DW (18) warga dusun Pangkal Bloteng Desa Teluk Rendah Ulu Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo. 

ST dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara.

Tim penyidik di kasus ini juga sudah memeriksa sejumlah saksi.

"Karena perbuatan sadisnya, Tsk kita ancam pasal berlapis, "kata AKP Hendra Wijaya Kasat Reskrim Polres Tebo (27/1).

Dari hasi penyelidikan inilah pihak kepolisian mengetahui ternyata Tsk sudah lama memantau tubuh korban. 

Ceritanya, Kamis pagi (25/1) di saat korban pulang mengantar adiknya dari sekolah bertempat di dekat simpang penyeberangan Dusun Pangkal Bloteng Tsk menghentikan motor korban dengan dalih - minta diantar ke simpang. 

Setibanya di Tkp Tsk minta korban untuk berhenti namun korban menolak.

Tsk terus memaksa dan membuat motor kemudian terjatuh. Pada saat itulah Tsk membanting korban hingga tak sadarkan diri. 

"Saat korban pingsan, Tsk melampiaskan nafsu bejatnya, "kata Kasat Reskrim menjelaskan. 

Setelah puas menikmati tubuh korban yang masih dalam keadaan pingsan, Tsk kemudian mengikat tubuh korban dengan akar pohon lalu menenggelamkannya kedalam sungai. 

"Tsk sempat melarikan diri ke Sarolangun namun berhasil kita ringkus, "tutupnya (P02/03) 




TerPopuler