Selain Sulit Didapat, Harga Gas 3 Kg Melonjak, Disperindag Salahkan Pengecer

Selain Sulit Didapat, Harga Gas 3 Kg Melonjak, Disperindag Salahkan Pengecer

Tuesday, May 1, 2018, May 01, 2018
Ilustrasi/NET
NEWSPORTAL.id - Mahal dan terkadang sulit didapat, itulah kondisi keberadaan gas Elpiji ukuran 3 Kg di wilayah Kabupaten Tebo.

Bahkan harga gas melon bersubsidi ini, terus melonjak jelang Bulan Suci Ramadhan hingga mencapai 30 ribu rupiah pertabungnya.

Terkait hal tersebut, Kepala Disperindag Naker Tebo, Soleh mengaku bahwa pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, kenaikan harga gas melon tersebut dilakukan oleh pihak pengecer.

“Memang harga terus melonjak,  namun kita tidak bisa berbuat apa-apa, kalu HET memang sekitar Rp 17 ribu" ujar Soleh pada media ini.

Kesulitan untuk mengontrol harga gas ini diakui kadis karena pihaknya tidak memiliki daftar pengecer resmi, sehingga pihaknya tidak sanggup untuk mengawasi harga gas ditingkat pengecer.

“Kita tidak tahu daftar pengecer resmi, jadi sulit untuk mengontrol harga. Kebanyakan karena biaya transpor yang tinggi, sehingga para pengecer banyak menaikkan harga untuk mengganti biaya transportasinya," kata Soleh lagi.

Ditanya mengenai agen Elpiji resmi di Kabupaten Tebo, Kadis mengtakan bahwa ada 3 agen resmi di kabupaten Tebo yaitu,  Rimba Jaya, Indah Jaya Mandiri dan, Sumber Enrgi.

Namun, diakui Kadis jika selama ini pihaknya kesulitan menjalin kerja sama dengan para agen, karena pihak agen terkesan tertutup dengan pemerintah.

“Kita ada tiga agen resmi, tapi mereka terkesan tertutup singga kita kealitan untuk kerja sama" ungkap Soleh.

Terkait pasokan, Soleh menjelaskan bahwa pasokan gas 3 kg di Kabupaten Tebo masih jauh dari cukup. Soleh mengatakan bahwa saat pasokan gas 3 kg untuk Tebo sekitar 114 ribu tabung perbulan.

Jumlah tersebut, bilang dia, untuk memenuhi kebutuhan 95 ribu kepala keluarga ditambah lagi para pedagang-pedagang kecil lainnya.

“Pasokan kita jauh dari kata cukup, untuk 95 ribu KK, kota cuma dapat 114 ribu, jadi memang jauh dari kata cukup" terang Soleh.

Kedepan pihaknya akan mencoba berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Jambi agar nantinya pasokan gas 3 kg untuk Kabupaten Tebo,  "Kita nanti akan berupaya ke depannya bagaimana pasokan gas 3 kg untuk masyarakat Tebo bisa tercukupi," pungkasnya.

Sementara, pantauan NEWSPORTAL.id, banyak gas Elpiji 3 Kg yang diduga berasal dari luar Kabupaten Tebo. Hal i ini terlihat pada tutul tabung gas. “Kalo yang tutup tabungnya warna merah itu gas dari Jambi. Kalo warna hijau muda dari Padang, “ungkap salah seorang pengecer yang tidak mau disebutkan namanya. (P01)

TerPopuler