Rekanan Tidak Mencantumkan Nilai Proyek Pembangunan RTH di Tebo

Rekanan Tidak Mencantumkan Nilai Proyek Pembangunan RTH di Tebo

Thursday, July 19, 2018, July 19, 2018
NEWSPORTAL.id - Papan nama bukan lagi sekedar kewajiban pelaksana proyek (kontraktor atau rekanan) untuk membuatnya, tetapi sudah menjadi amanat kontrak kerja pelaksanaan yang sudah disetujui.

Papan nama sudah menjadi hak publik atau masyarakat untuk mendapat informasi tentang bagaimana negara menggunakan uang rakyatnya.

Dalam papan nama proyek biasanya akan tercantum nama proyek, nomor kontrak proyek, asal anggaran yang dipakai, besar anggaran proyek, volume atau ukuran pekerjaan, lama pelaksanaan proyek, nama perusahaan pelaksana proyek dan nama perusahaan pengawas proyek.

Namun tidak sedikit pekerjaan proyek yang terkadang sengaja tidak dipasang papan nama proyek, begitu juga papan nama terpasang namun informasi yang tercantum dipapan nama tersebut alakadarnya. Seperti halnya pada pengerjaan Pembangunan RTH Kabupaten Tebo Kecamatan Tebo Tengah.

Pantauan NEWSPORTAL.id, Kamis (19/07/2018) siang, pengerjaan proyek pembangunan RTH tersebut sedang berlangsung.

Dilokasi pengerjaan proyek terpampang papan nama (master plan) bertuliskan, Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jendral Cipta Karya, Satuan Kerja Penataan Bangunan Dan Lingkungan Provinsi Jambi. Pekerjaan: Pembangunan RTH Kabupaten Tebo Kec. Tebo Tengah yang dikerjakan oleh PT. Anak Gunung Muria Sukses dengan konsultan supervisi CV. Hexa Mitraindo.

Pada papan nama proyek tersebut juga dituliskan nomor dan tanggal kontrak : KU.08.08/PBL-PELAKSANAAN/45, 8 Mei 2018, dengan waktu pelaksanaan 210 hari kalender. Sumber dana APBN Tahun 2018,

Sayangnya, pada papan nama proyek tidak dicantumkan berapa nilai atau anggaran yang digunakan.

Salah seorang pekerja proyek pembangunan RTH Kabupaten Tebo, saat dijumpai NEWSPORTAL.id mengaku tidak tahu soal nilai atau anggaran proyek tersebut. Namun, dia mengaku sudah beberapa hari ini mengerjakan proyek itu.

“Sudah beberapa hari ini kita kerja. Kita baru mulai buat sumur bor,”ujar salah seorang pekerja pembangunan RTH tersebut saat ditemui di lokasi proyek, tepatnya di jalan masuk menuju Stadion Tebo.

“Ada 18 orang yang bekerja disini. Kendalanya cuma ketersediaan air yang tidak ada. Makanya kita dahulukan membuat sumur,”singkatnya. (p15)

TerPopuler