Bupati Masnah Akan Pakai Pola Edukasi

Bupati Masnah Akan Pakai Pola Edukasi

Wednesday, September 5, 2018, September 05, 2018
NEWSPORTAL.id - MUAROJAMBI, Fenomena perilaku masyarakat Kabupaten Muarojambi yang masih menggunakan Jamban mendapat tanggapan langsung dari Bupati Muarojambi, Masnah Busyro.

Ia mengakui memang saat ini masyarakat di beberapa kawasan Kabupaten Muarojambi khususnya yang berada di tepian Sungai Batanghari, masih menggunakan jamban.

Bupati Masnah mengatakan bahwa persoalan jamban ini memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat tepian sungai batanghari. Hal ini lah yang juga menjadi pekerjaan kedepannya untuk mengubah kebiasaan masyarakat ini.

"Jadi untuk jamban, itu sudah kebiasaan masyarakat, jadi ini harus bekerja sama dengan pak kades dengan dinas kesehatan. Itu harus kita sosialisasikan bagaimana agar pola kebiasaan ini tidak lagi di lakukan," pintanya.

Selain itu, Ia mengatakan bahwa di desa-desa sudah mulai di buat WC umum yang dapat di gunakan oleh masyarakat. Namun, memang berdasarkan penjelasan masyarakat, masyarakat masih memilih untuk menggunakan jamban.

Sebelumnya diberitakan, bahwa meskipun telah ada WC umum yang di buat oleh pihak desa, masyarakat masih menggunakan jamban dengan alasan lebih praktis. Ini dikatakan oleh, Siswa warga Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarojambi. Ia mengatakan bahwa, dirumah memang tidak memiliki WC dan mengandalkan jamban yang ada di pingir sungai.

"Iya emang dari dulu kita disini kek gini. Sebagian adalah yang buat WC dirumah, sebagian masih lah di Sungai. Ya mandi, nyuci dan buang air disini," jelasnya.

Untuk itu, Bupati Masnah mengatakan bahwa Ia akan mengintruksikan pada pihak-pihak yang terlibat dalam hal ini termasuk Dinas Kesehatan, Camat, Kepala Desa agar nantinya mensosialisasikan kepada masyarakat. Agar  kebiasaan yang belum bisa mereka tinggalkan, supaya masyarakat mengeti.

"Berangsur-angsur kita terus lakukan sosialisasi, nanti akan kita panggil pihak-pihak terkait. Kita akan mengambil pola dengan mengedukasi pada masyarakat," ungkapnya Bupati.

"Karena memang dampak tidak hanya pada masyarakat yang menggunakan air tersebut, terkadang air itu buat mereka untuk mandi, selain itu, dampak lingkungan juga ada dari kebiasaan tersebut, ini yang perlu kita kasih tahu kepada masyarakat," pungkasnya. (zan)

TerPopuler