Bayi Pasien Meninggal Dunia, Diduga Kelalaian Dokter RSUD Ahmad Ripin

Bayi Pasien Meninggal Dunia, Diduga Kelalaian Dokter RSUD Ahmad Ripin

Wednesday, October 10, 2018, October 10, 2018

NEWSPORTAL.id, MUAROJAMBI - Buruknya pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Ahmad Ripin Kabupaten Muaro Jambi, membuat Heri Andira warga RT 07 Desa Tunas Baru, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi dibuat meradang. Pasalnya, ia menduga ada unsur kelalaia yang dilakukan oleh dokter kandungan di rumah sakit tersebut hingga menyebabkan meninggalnya bayi yang dikandung istrinya ketika dilahirkan.

Dikatakannya, sangkaan mengenai adanya kelalaian ini bukannya tidak beralasan, hal ini terjadi akibat lambannya dokter dalam mengambil tindakan ketika melakukan rujukan ke RSU Raden Mataher. Dimana setelah kurang lebih 6 jam dirawat dengan kondisi adanya pendarahan, baru dokter merujuk istrinya tersebut ke RSU Raden Mataher. Dengan kondisi yang sudah begituh lemah akibat banyaknya mengeluarkan darah,

"Istri saya masuk ke RSUD Ahmad Ripin pada tanggal (1/10) lalu, sekitar jam 11.00 wib pagi. Pertama kali dirawat langsung ditangani oleh dokter kandungan, dikatakannya istri saya memang mau melahirkan. Semuanya baik-baik saja dan bisa melahirkan secara normal," ujar Heri.

Dilanjutkannya, Tetapi kemudian setelah dokter tersebut pergi istrinya mengalami pendarahan terus, dengan kondisi pembukaan jalan lahiran baru sepanjang 1 centi meter berdasarkan keterangan bidan yang memeriksa, dengan kondisi tersebut ia menyarankan kepada bidan untuk dilakukan tindakan operasi, sayangnya bidan mengatakan dokter yang menangani istrinya itu sedang tidak berada di RSUD Ahmad Ripin.

"Kalau begitu dirujuk aja  ke RS lain saya bilang, tetapi tidak juga kunjung di rujuk. Hingga pukul 17.00 wib sore, setelah saya marah-marah karena khawatir melihat kondisi istri saya yang terus melemah karena pendarahan tetapi belum ada tindakan, kemudian barulah istri saya dirujuk ke RSU Raden Mataher Jambi, tetapi sayangnya setelah sampai di RS dokternya menyarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi saja pak, kita selamatkan nyawa ibunya saja, sebab kemungkinan anak bapak sudah meninggal didalam kandungan karena terlambat ditangani." jelasnya.

Dari itu, Senin (9/10) lalu sudah mendatangi pihak RSUD Ahmad Ripin untuk meminta klarifikasi kepada pihak RSUD Ahmad Ripin atas dugaan kelalaian yang dilakukan oleh salah seorang dokter kandungan di RS tersebut, yang menyebabkan meninggalnya anaknya dikandungan.

"Saya hanya minta penjelasan saja dari pihak RSUD Ahmad Ripin mengenai apa penyebabnya dokter tersebut lama sekali baru memberikan tindakan terhadap istri saya, dan apa penyebab sehingga istri saya mengalami pendarahan hebat. padahal menurut keterangan dokter tersebut kondisi kandungan istri saya itu saat masuk baik-baik saja kondisi plasentanya bagus," ungkap Heri. (zan)

TerPopuler