Arus Sungai Batanghari Deras, Petani Kerambah Ikan Mulai Merasa Ketakutan

Arus Sungai Batanghari Deras, Petani Kerambah Ikan Mulai Merasa Ketakutan

Sunday, December 16, 2018, December 16, 2018

NEWSPORTAL.id, MUAROJAMBI -
Masyarakat di aliran sungai Batanghari yang memanfaatkan sungai sebagai bagian dari pendukung ekonomi keluarga merasa was-was. Pasalnya masyarakat yang memasang keramba untuk memelihara ikan ini takut kerambanya terbawa oleh arus sungai yang deras.

Hal ini diungkapkan oleh seorang petani kerambah di Sekernan, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, Asip. Ia merasa khawatir saat hujan turun yang cukup deras dan mengakibatkan air naik.

"Tentu ada rasa was-was dan waspada, kadang hujan itu lebat, arus air juga kencang, takut jaring keramba jebol atau koyak. Kalo sudah koyak keluar lah ikan-ikan," jelasnya, minggu (16/12).

Lebih lanjut dikatakan oleh Asip bahwa dengan keadaan air seperti saat ini. Kondisi keramba juga harus kuat dan banyak jaring, sehingga keramba tidak terbawa arus.

"Iya ini perlu adanya campur tangan dinas terkait, bagaimana mengedukasi atau memberikan perhatiannya kepada petani kerambah, apalagi yang notabennya mengklaim sebagai wilayah kawasan perikanan mereka," ungkapnya.

"Kami, Petani keramba perlu adanya tali ikat, tiang pancang, Gethek atau Boat kecil dan sarana jalan usaha tani yang memadai dan juga sarana penerangan, " sambungnya.

Hal senada juga dikatakan oleh zan, petani kerambah di Desa Sekernan. Ia mengatakan bahwa hal yang juga di takuti adalah sampah yang dibawa dari arus sungai. Karena ini juga menjadi salah satu penyebab jaring kerambah rusak.

"Kalo dari arus sungai itu, pastilah bawak sampah, kadang sampah batang kayu. Kalo lah keno jaring kerambah, jaring dak kuat jebol lah lagi. Makonyo nak di tengok nian sekarang ni," terangnya.

Terpisah, Sementara itu Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Muarojambi, Parahuman Lubis. menjelaskan bahwa terkait kendala yang dihadapi pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi Jambi.

Seperti jalan usaha tani di aliran sungai Batanghari pihaknya juga sudah mempertemukan petani kerambah dengan pihak provinsi.

"Waktu kemarin sudah kita pertemukan para petani dengan provinsi, dan proposal sudah kita sampaikan dan juga sudah ditanggapi oleh provinsi namun masalah anggaran saja, "ungkapnya.

“Mudah-mudahan tahun 2019 ada peluang, kita ada jalan usaha produksi sudah mulai dibangun, namun lokasi belum lakukan dan di tentukan, " pungkasnya. (zan)

TerPopuler