Dewan Upayakan Kenaikan Gaji Honorer di Muarojambi Menjadi Rp1 Juta -->

Advertisement

Dewan Upayakan Kenaikan Gaji Honorer di Muarojambi Menjadi Rp1 Juta

Thursday, November 21, 2019

NEWSPORTAL.id, Muarojambi -
Persoalan guru honorer menjadi persoalan di dunia pendidikan, tidak hanya sulitnya menjadi pegawai negeri sipil, soal gaji juga menjadi tuntutan guru honorer. Gaji guru honorer menjadi sorotan bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muarojambi.

Terlebih baru-baru ini Kemenpan RB telah memberikan keputusan terhadap penetapan jumlah formasi penerimaan CPNS di Kabupaten Muarojambi yang hanya memberikan 53 formasi. Itupun tidak ada untuk formasi guru yang menimbulkan kekecewaan bagi sejumlah.

Ulil Amri, Anggota DPRD Kabupaten Muarojambi menyebutkan bahwa saat ini gaji guru honorer menjadi prioritas perjuangan di dprd. Saat ini guru honorer yang ada di Kabupaten Muarojambi yang hanya menerima Rp 600 ribu perbulan.

"Sekarang itu di APBD itu gajinya diangka Rp 600 ribu, Itupun gajinnya per tiga bulan baru terima. Insha allah di dewan akan kita giring terus, kita perjuangkan untuk mereka, kita naikkan seminimalnya Rp 1 juta perbulan,"terang Ulil.

Lanjutnya, Ulil Amri yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muarojambi paham betul terhadap persoalan ini. Namun di katakannya bahwa kenaikan gaji guru honorer ini juga sebagai upaya untuk memberikan kesejateraan bagi guru honorer.

"Nantinya akan kita perjuangkan di pembahasan. Jadi nantinya gaji guru honorer pengajar dan teknis itu kita upayakan jadi Rp 1 juta, insha allah," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Muarojambi, Ismianto juga mengharapkan hal yang sama. Ia menyebutkan bahwa gaji Rp 600 ribu dari APBD tersebut tidak semuanya guru honorer mendapatkan gaji sebesar itu.

"Untuk gaji guru honorer memang sudah di alokasikan di dana APBD, walaupun belum bisa mengakomodir semuanya, karena jumlahnya banyak. Yang dapat segitu (red- gaji Rp 600 ribu) diatas 500 orang,  kalo bisa itu kita minta naikkan lah," pungkasnya. (zan)