Sentimen Pribadi, Oknum Kepsek Diduga Halangi Sertifikasi Guru TK -->

Advertisement

Sentimen Pribadi, Oknum Kepsek Diduga Halangi Sertifikasi Guru TK

Saturday, December 7, 2019

NEWSPORTAL.id, Muarojambi - Seorang Guru TK keluhkan tindakan semena - mena yang di lakukan oleh oknum Kepala Sekolah. Ini di ungkapkan oleh Siti Maisyarah yang merupakan seorang guru PNS di TK Darma Wanita yang terletak di Lapangan Akso Dano, Sengeti, Kabupaten Muarojambi.

Sertifikasi yang seharusnya di terima olehnya, sampai dengan saat ini tidak kunjung keluar. Hal ini lantaran Kepala Sekah di tempat Ia mengajar tidak ingin menandatangani pencairan sertifikasi, bahkan dirinya ingin di keluarkan dari tempat Ia mengajar.

"Ini sebenarnya masalah sentimen pribadi dia sama saya. Saya juga tidak tau masalahnya apa. Dari pertama masuk ngajar di TK itu, saya ini di rasa jadi ancaman bagi dia,"ujarnya.

"Ancamana dalam hal saya ini kan lulusan S1 Paud dia itu PGSD. Masalah ilmu paud saya paham, dan saya juga sudah terverifikasi. Jadi dia merasa saya ini lebih dari dia makanya dia dak suka, sentimen pribadi sebenarnya,"sambungnya.

Lebih lanjut kata Siti, dirinya juga ingin di keluarkan dari tempat Ia mengajar oleh oknum Kepala Sekolah tersebut. Namun, kata Siti dirinya tidak memiliki kesalahan apapun, namun tiba-tiba oknum kepala sekolah tersebut ingin mengeluarkan dirinya bahkan tanpa pernah mendapatkan surat peringatan atau teguran.

"Saya tidak ada salah, datang tepat waktu. Bahkan saya bilang, kalo memang saya ada salah lapor ke dinas, di mana letak salah saya. Tapi sampai sekarang tidak ada, dia tidak berani karena memang saya tidak ada salah,"ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Siti buntut dari ketidaksenangan oknum kepala sekolah tersebut, yang bersangkutan tidak ingin menandatangani sertifikasi dirinya. Dalam hal ini Ia meminta kepada dinas pendidikan Kabupaten Muarojambi untuk menindak atau memberi kejelasan terhadap posisi dirinya.

"Sekarang itu sertifikasi saya tidak keluar karena dia tidak mau tanda tangan. Sampai dia bilang ke saya, itu stempel saya kasih, kamu nak palsukan tanda tangan saya terserah. Artinya kan dia tidak mau tanda tangan,"katanya.

"Saya minta kepada dinas pendidikan untuk bagaimana menindak atau memberi penjelasan lah. Karena ini kan menyangkut sertifikasi saya dan posisi kerja saya,"pungkasnya. (zan)