Pemdes Kedotan Sambut Baik Sosialisasi BPN Program Redistribusi Tanah -->

Advertisement

Pemdes Kedotan Sambut Baik Sosialisasi BPN Program Redistribusi Tanah

Saturday, February 8, 2020

NEWSPORTAL.id, Muarojambi - Pemerintah Desa Kedotan, Kecamatan Sekernan kabupaten Muaro Jambi menyambut baik Sosialisasi yang dilakukan oleh BPN tentang program Redistribusi Tanah bagi masyarakat, pada Jum'at (07/02/20), Dengan sosialisasi ini masyarakat bisa lebih mudah dalam pembuatan sertifikat tanah bagi lahan perkebunan dan pertanian nya.

Seperti yang di sampaikan oleh Murtadon Izhar kepala Desa Kedotan, menurutnya program ini sangat baik dan bermanfaat bagi masyarakat yang ada di desanya, sehingga kedepan masyarakat bisa lebih mudah dalam pengurusan dokumen sertifikat lahan pertanian.

"Tentunya saya selaku kepala Desa Kedotan sangat mendukung sekali program ini, Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini masyarakat bisa lebih mudah dan mengerti dalam pengurusan pembuatan sertifikat lahan pertanian,"ujarnya.
Lebih lanjut Murtadon berharap agar masyarakat dapat memahami dan mengerti tentang materi sosialisasi yang disampaikan oleh pihak BPN, sehingga tidak kebingungan dalam melakukan pengurusan pembuatan sertifikat lahan pertanian nya.

"Dengan sosialisasi yang disampaikan oleh pihak BPN secara langsung kepada masyarakat, sehingga masyarakat Desa bisa lebih cepat memahami tatacara dan kriteria lahan dalam pengurusan sertifikat lahan pertanian kedepannya," ungkapnya.
Sementara itu, Menurut Aldi dan Doni selaku pemateri Dari BPN dalam sosialisasi ini, terdapat beberapa kriteria yang harus di penuhi dalam pembuatan sertifikat lahan pertanian Redistribusi Tanah ini, diantara bejarak minimal 100 meter dari bibir sungai Batanghari.

"Tentunya kita akan membantu dalam pengurusannya nanti, namun tetap mengacu kepada beberapa kriteria yang ada, seperti jaraknya tidak kurang dari 100 meter dari bibir sungai Batanghari, satu orang boleh banyak sertifikat nya tetapi jumlah keseluruhan nya tidak lebih dari lima hektar, minimal memiliki lahan 200 tumbuk per orang, dan perlu di ingat ini hanya untuk lahan pertanian saja, bukan untuk bangunan," pungkasnya. (zan)