Petani Karet di Desa Suak Putat Muarojambi Menjerit -->

Advertisement

Petani Karet di Desa Suak Putat Muarojambi Menjerit

Monday, February 10, 2020

NEWSPORTAL.id, Muarojambi - Akibat murahnya harga karet, Berimbas terhadap berbagai jenis komoditi petani yang ada di dalam negeri, salah satunya membuat turunnya harga komoditi karet di Indonesia.

Seperti dirasakan oleh Tursi salah seorang petani Karet di desa Suak Putat, kecamatan Sekernan, kabupaten Muaro Jambi, ia menuturkan dalam tiga Minggu terakhir harga karet di tingkat petani terus mengalami penurunan.

"Biasanya harga Karet di tingkat petani mencapai 8000 rupiah per kilogramnya, namun dalam tiga Minggu terakhir terus mengalami penurunan, hingga hari ini (Senin/10/02/20) harga kare hanya tinggal 6.700 rupiah perkilogramnya," jelasnya.

Hal senada juga di sampaikan oleh Lasdi, Yang merupakan salah seorang pengepul karet milik petani, ia menyebut biasanya harga karet di gudang diatas harga 8000 rupiah per kilogramnya namun saat ini harga hanya 7500 rupiah.

"Turunnya harga ini akibat dari virus Corona yang saat ini tengah menyerang di negara China, sehingga ekspor karet dari Indonesia ke China menjadi tersendat, dan mempengaruhi harga," ujarnya.

Menyikapi hal ini, Sugiono yang Juga merupakan seorang petani karet yang ada di Muaro Jambi berharap agar ada tindakan dari pemerintah terhadap harga komoditi karet yang terus mengalami penurunan.

"Tentunya hal ini perlu perhatian dari aparat terkait dan pemerintah untuk mencarikan solusinya, sehingga masyarakat dan petani karet dapat hidup sejahtera," pungkasnya.(zan)