Air Sungai Batanghari Keruh, Biaya Produksi PDAM Tirta Muaro Meningkat
Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum PDAM Tirta Muaro Kabupaten Tebo, Budi Irawan, S.Sos., ME, mengatakan sumber air baku PDAM Muaro Tebo masih mengandalkan air dari Sungai Batanghari. Namun saat debit air sungai surut, tingkat kekeruhan justru meningkat sehingga mempersulit proses pengolahan air menjadi air bersih.
“Saat ini tingkat kekeruhan Sungai Batanghari cukup tinggi. Kondisi ini sangat mempengaruhi proses pengolahan air menjadi air bersih, sehingga biaya produksi juga ikut meningkat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tingkat kekeruhan air biasanya diukur dengan satuan tertentu seperti ppm. Semakin tinggi tingkat kekeruhan air, maka semakin besar pula bahan dan proses yang dibutuhkan untuk menjernihkan air hingga layak dikonsumsi.
Selain itu, kekeruhan air sungai juga mempengaruhi kinerja alat pengolahan air di instalasi PDAM, sehingga proses produksi air bersih menjadi lebih berat.
“Jika tingkat kekeruhan sangat tinggi, tentu sangat berpengaruh terhadap proses pengolahan dan biaya produksi air bersih,” jelasnya.
Untuk itu, pihak PDAM berharap adanya perhatian dari dinas terkait agar kondisi Sungai Batanghari dapat lebih terjaga dan air sungai bisa lebih jernih. Menurutnya, sungai merupakan sumber air baku utama yang sangat penting bagi kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap ada penanganan bersama agar Sungai Batanghari bisa lebih jernih, karena sumber air ini merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat,” tutupnya.

Posting Komentar