Muak Janji, Warga Padang Lamo Gelar Aksi “Jum’at Sejuta Pohon"
NewPortal.ID - Kesabaran masyarakat di sepanjang Jalan Padang Lamo akhirnya mencapai titik batas. Bertahun-tahun hidup dalam kepungan jalan rusak tanpa kepastian perbaikan, aliansi pemuda dan masyarakat setempat menyatakan siap menggelar aksi simbolik bertajuk “Jum’at Sejuta Pohon” pada Jumat, 17 April 2026.
Aksi yang mengusung tagar #jumaatsejutapohonsepanjangjalanpadanglamo ini bukan sekadar gerakan penghijauan, melainkan tamparan keras bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan yang dinilai abai terhadap penderitaan masyarakat.
Kondisi Jalan Padang Lamo yang rusak parah, berlubang, berlumpur, dan kerap tergenang air telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa solusi nyata. Infrastruktur yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian justru berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga. Kerusakan kendaraan, kecelakaan, hingga terhambatnya aktivitas ekonomi menjadi konsekuensi yang harus ditanggung masyarakat setiap hari.
“Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi soal keselamatan dan martabat masyarakat. Kami sudah terlalu lama menunggu tanpa kepastian,” tegas salah satu perwakilan pemuda.
Gerakan ini murni lahir dari inisiatif masyarakat sebagai bentuk protes terbuka atas janji-janji yang tak kunjung ditepati. Seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pemuda, tokoh masyarakat, hingga ibu rumah tangga, menyatakan kesiapan untuk terlibat langsung dalam aksi tersebut.
Penanaman pohon di sepanjang jalan rusak menjadi simbol sindiran tajam: jika pemerintah tidak segera memperbaiki jalan, maka masyarakat akan “menghijaukan” kerusakan tersebut sebagai penanda nyata kegagalan perhatian negara terhadap warganya.
“Kami sudah muak dengan janji. Jika jalan ini terus dibiarkan, biarlah pohon-pohon yang kami tanam menjadi saksi bahwa negara seolah menutup mata,” ujar warga lainnya dengan nada kecewa.
Aksi ini diperkirakan akan menyedot perhatian luas karena sarat dengan pesan kritik sosial yang kuat. Masyarakat berharap langkah ini mampu menggugah kesadaran pemerintah untuk segera turun tangan dan mengambil tindakan. ****

Posting Komentar