Penadah PETI Ditangkap Polda, Peran Polres Tebo Dipertanyakan
Penangkapan yang dilakukan langsung oleh Polda Jambi memunculkan pertanyaan publik mengenai peran Polres Tebo dan jajaran Polsek setempat, mengingat aktivitas PETI di wilayah tersebut telah lama berlangsung dan diduga melibatkan jaringan yang sudah dikenal masyarakat.
Aktivis lingkungan Tebo, Firdaus, secara tegas mempertanyakan minimnya tindakan dari aparat kepolisian tingkat kabupaten terhadap praktik ilegal tersebut.
“Kenapa harus Polda yang turun tangan? Di mana peran Polsek dan Polres Tebo? Padahal yang diduga sebagai penadah ini bukan orang baru,” ujar Firdaus.
Ia juga mengungkapkan dugaan adanya oknum yang bermain dalam aktivitas PETI sehingga penindakan di tingkat lokal dinilai tidak berjalan maksimal. Menurutnya, kondisi ini menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat terhadap keseriusan aparat dalam memberantas PETI.
“Kami menduga ada oknum yang terlibat dalam aktivitas PETI, sehingga tidak ada langkah tegas dari Polres Tebo,” tegasnya.
Firdaus bahkan melontarkan kritik keras sebagai bentuk kekecewaannya terhadap lemahnya penegakan hukum di daerah tersebut.
“Kalau memang tidak bisa menangkap pelaku PETI, tidak usah jadi polisi,” katanya dengan nada tegas.
Ia berharap penangkapan oleh Polda Jambi ini menjadi momentum evaluasi bagi Polres Tebo untuk meningkatkan kinerja dan menunjukkan komitmen nyata dalam memberantas seluruh jaringan PETI, mulai dari pelaku di lapangan hingga para penadah.***

Posting Komentar