Ternyata 4 Anggota DPRD Asal Tebo Duduk di Banggar, Jalan Padang Lamo Tetap Hancur: Untuk Apa Kekuasaan Itu?”

Table of Contents

 

NewsPortal - Di tengah megahnya struktur kekuasaan DPRD Provinsi Jambi, luka di Jalan Padang Lamo justru kian menganga. Aspal yang hancur, lubang yang menganga, dan genangan yang tak kunjung surut menjadi saksi bisu dari kegagalan yang terasa nyata di hadapan masyarakat.

Ironisnya, empat wakil rakyat asal Tebo: Sukandar, Mazlan, Suwarno, dan Ansori Hasan. duduk di posisi strategis: Badan Anggaran (Banggar). Sebuah posisi yang bukan sekadar kursi, melainkan pusat kendali arah kebijakan keuangan daerah.

Banggar bukan tempat “duduk-duduk”.Banggar adalah jantung pembahasan anggaran.Di sanalah program dipilah, prioritas ditentukan, dan nasib pembangunan daerah diputuskan.

Namun pertanyaannya kini menggantung tajam:

apa yang sebenarnya diperjuangkan?

Ketika pembahasan APBD berlangsung, ketika angka-angka miliaran rupiah diperdebatkan, ketika peluang memperjuangkan infrastruktur terbuka lebar, mengapa Jalan Padang Lamo tetap dibiarkan seperti kubangan panjang tanpa ujung?

Yang muncul justru proyek-proyek kecil. Drainase. Tambal sulam yang tak menyentuh akar persoalan. Sementara jalan utama urat nadi ekonomi masyarakat terus terabaikan.

Apakah saat pembahasan anggaran mereka hanya hadir sebagai pelengkap?

Apakah suara rakyat Tebo tak cukup kuat untuk diperjuangkan di meja Banggar?

Ataukah kepentingan lain lebih nyaring dibanding jeritan masyarakat di jalan rusak itu?

Jabatan di Banggar seharusnya menjadi senjata untuk memperjuangkan daerah. Bukan sekadar status, bukan pula simbol kekuasaan tanpa makna.

Hari ini, Jalan Padang Lamo bukan sekadar persoalan infrastruktur.Ia telah berubah menjadi simbol kekecewaan.Simbol dari harapan yang tak kunjung diperjuangkan.

Dan masyarakat mulai bertanya, dengan nada yang semakin getir:

Jika di Banggar saja tak mampu memperjuangkan jalan vital, lalu di mana lagi harapan itu akan dititipkan?. (MF). 

Posting Komentar