VII Koto Ilir Masuk Program Strategis Nasional, Pemkab Tebo Usulkan Infrastruktur Mina-Agro-Wisata Rp262 Miliar
NewsPortal.ID - Pemerintah Kabupaten Tebo mengusulkan pembangunan infrastruktur kawasan perdesaan senilai Rp262,193 miliar untuk mendukung pengembangan Kawasan Mina-Agro-Wisata Kecamatan VII Koto Ilir yang telah masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029.
Program ini difokuskan pada pengembangan sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata berbasis potensi lokal sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi perdesaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pengembangan kawasan tersebut dirancang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi, mencakup penguatan infrastruktur dasar, hilirisasi komoditas unggulan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan destinasi wisata berbasis alam.
Selain itu, pembangunan juga diarahkan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan, mengingat kawasan ini berada di sekitar wilayah konservasi strategis seperti Taman Nasional Bukit Duabelas dan Bukit Tigapuluh.
Berdasarkan dokumen usulan pembangunan yang disusun Pemerintah Kabupaten Tebo, pembangunan dibagi dalam dua fokus utama, yakni kawasan inti di Kecamatan VII Koto Ilir dan kawasan penyangga yang meliputi Kecamatan VII Koto, Tebo Ilir, Sumay, serta Serai Serumpun.
Pada kawasan inti, proyek prioritas terbesar adalah Pembangunan Jembatan Paseban di Desa Paseban dengan nilai usulan mencapai Rp120 miliar. Proyek ini dinilai sangat strategis karena akan membuka akses keterhubungan wilayah sekaligus mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga mengusulkan pembangunan jalan ruas Padang Lamo–Paseban senilai Rp36 miliar, pembangunan link jalan provinsi menuju simpang Paseban sebesar Rp5 miliar, normalisasi Danau Kepungo senilai Rp5 miliar, serta perluasan daerah layanan DAM DI Sukarami sebesar Rp5 miliar.
Sementara di kawasan penyangga, usulan pembangunan difokuskan pada penguatan sistem irigasi dan infrastruktur pengairan.
Beberapa di antaranya yakni pembangunan Sistem Jaringan Irigasi DIR Payo Tebat senilai Rp21,075 miliar, DI Betung Bedarah Timur sebesar Rp25,118 miliar, serta pembangunan DAM dan Saluran Primer DI Kuamang senilai Rp15 miliar.
Selain itu terdapat pula usulan pembangunan rumah pompa dan embung di sejumlah wilayah seperti Teluk Rendah Ulu dan Tanjung Aur Seberang, termasuk pembangunan turap embung Jati Belarik serta DAM DI Teluk Kayu Putih.
Dari total 12 kegiatan yang diusulkan, sebanyak empat kegiatan telah memiliki Detail Engineering Design (DED) sehingga dinilai siap untuk tahap lelang maupun pelaksanaan. Sedangkan delapan kegiatan lainnya masih membutuhkan penyusunan DED dan studi kelayakan.
Jika seluruh program ini terealisasi, pengembangan Mina-Agro-Wisata VII Koto Ilir diyakini akan menjadi motor penggerak ekonomi baru di Kabupaten Tebo, membuka akses wilayah yang selama ini terbatas, meningkatkan produktivitas pertanian dan perikanan, sekaligus mendorong lahirnya destinasi wisata baru berbasis potensi lokal.***

Posting Komentar