Malam Ini Jambi Masuk 6 Besar Kota Paling Berpolusi di Indonesia

Tangkapan layar rangking kota paling berpolusi di Indonesia, Jambi Masuk peringkat keenam.
NEWSPORTAL.id, Jambi - Kota Jambi kembali masuk jajaran kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di Indonesia. Pada Selasa malam, 8 September 2026, kualitas udara di Kota Jambi tercatat berada di peringkat keenam secara real time berdasarkan pemantauan IQAir.
Data IQAir Global yang dipantau pada pukul 21.03 WIB menunjukkan Kota Jambi memiliki AQI⁺ US sebesar 177.
Angka tersebut menempatkan Jambi di posisi keenam dalam daftar kota paling berpolusi di Indonesia malam ini.
Posisi teratas ditempati Pontianak dengan AQI 332, disusul Palangkaraya 211 dan Palembang 201. Bandung berada di peringkat keempat dengan AQI 186, sementara Pekanbaru menempati posisi kelima dengan AQI 184.
Kota Jambi berada di bawah Pekanbaru dengan AQI 177.
Berikut daftar 10 kota dengan tingkat polusi udara tertinggi yang terpantau IQAir malam ini:
1. Pontianak – AQI 332
2. Palangkaraya – AQI 211
3. Palembang – AQI 201
4. Bandung – AQI 186
5. Pekanbaru – AQI 184
6. Jambi – AQI 177
7. Serpong – AQI 160
8. South Tangerang – AQI 152
9. Jakarta – AQI 137
10. Tangerang – AQI 80
Masuknya Jambi ke posisi enam besar menjadi perhatian di tengah kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Provinsi Jambi yang dalam beberapa waktu terakhir masih menghadapi persoalan kabut asap.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kualitas udara masih perlu menjadi perhatian serius, terutama ketika konsentrasi polutan meningkat dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Kelompok rentan juga perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
Data IQAir merupakan pemantauan real time sehingga peringkat dan angka AQI dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi udara dan atmosfer.***
Malam ini Jambi berada di posisi keenam kota paling berpolusi di Indonesia. Pertanyaannya, sampai kapan masyarakat Jambi harus terus berhadapan dengan udara yang tidak sehat?
Posting Komentar