Keluarganya Meninggal Dunia Akibat Laka Tunggal, SAD kelompok Temenggung Apung Melangun
NEWSPORTAL.ID, Tebo - Suku Anak Dalam kelompok Temenggung Apung di Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, pergi meninggalkan pemukiman mereka (Melangun), Kamis (10/02/2022).
Mereka bersedih karena salah seorang keluarganya meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal di jalan koridor PT WKS. "Ada keluarga kami yang terjatuh dari motor dan meninggal dunia. Kami sangat bersedih sekali," kata Temenggung Tupang.
Dijelaskannya, yang meninggal dunia adalah Bon anak Jaek. Sebelumnya, Bon melintasi jalan koridor PT WKS dengan mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba, dia terjatuh dan meninggal dunia.
Hal itu membuat Jaek bapaknya Bon sangat bersedih. Begitu juga dengan keluarga yang lainnya. Tidak jarang Jaek menangis meraung-raung sambil berlari meninggalkan kelompoknya. "Yang kami khawatirkan adalah Jaek. Dia sangat bersedih atas kepergian anaknya itu. Kami takut jika dia bunuh diri akibat terlalu bersedih," kata Temenggung Tupang lagi.
Untuk menghindari tindakan yang tidak diinginkan dilakukan oleh Jaek, semua warga SAD kelompok Temenggung Apung di Desa Muara Kilis terpaksa mengikuti kemana Jaek berlari. Pasalnya, selama berlari, Jaek tidak menghiraukan keselamatan dirinya. "Sekarang ini kami Melangun di Sungai Ibul," ungkapnya.
Temenggung Tupang bilang jika saat ini mereka kebingungan untuk makan. Pasalnya, mereka tidak memiliki bahan makanan untuk dimasak,"Anak-anak sudah pada kelaparan. Tidak ada yang memasak," ujarnya.
Hal ini dibenarkan Ketua Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK), Ahmad Firdaus. "Iya, anak Jaek meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal di jalan koridor PT WKS. Sekarang mereka semuanya pergi Melangun,"kata dia dan menjelaskan jika jasad almarhum telah dimakamkan.
Terkait kondisi SAD yang tidak memiliki makanan, Firdaus berkata, "Kita lagi mencari solusinya. Informasi terakhir mereka Melangun di sungai Ibul. Mudah-mudahan disana ada makanan yang bisa mereka makan," pungkasnya.
Diketahui, Melangun adalah salah satu tradisi Suku Anak Dalam yakni pergi sejauh mungkin untuk menghilangkan kesedihan. Biasanya Melangun dilakukan jika ada dari keluarga mereka yang meninggal dunia. (ial)
Posting Komentar