PPM, FKH dan LSL Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2022
NEWSPORTAL.Id, Bengkulu - Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, Pemuda Panca Marga (PPM), Forum Komunitas Hijau (FKH) dan Lingkar Study Literasi (LSL) menggelar kegiatan deklarasi bersama OKP, Ormas dan Dinas/instansi terkait, di lapangan Resto Jenggalu Lingkar Barat Kota Bengkulu.
Deklarasi ini bertujuan agar pemuda dan masyarakat bisa mewujudkan Bengkulu bersih dan nyaman, dengan komitmen mengkampanyekan Bengkulu Peduli Sampah.
Deklarasi ini dihadiri Wakil Gubernur Bengkulu H. Rosjansyah, Sekjend FKH Ade Dharma Putra, Ketua PC PPM Kota Bengkulu Abby Wahab dan Dandim 0407/Kota Bengkulu yang di wakili oleh Mayor Inf Mushammid serta beberapa tamu undangan yang berasal dari PPM, LMPI, PP, KNPI dan
Dinas/instansi terkait.
Kegiatan pertama diawali dengan apel peringati Hari Peduli Sampah Nasional yang langsung dipimpin oleh Wagub Bengkulu H. Rosjansyah. Sebagai komandan upacara Mayor Inf Mushammid.
Dalam apelnya tersebut, Wagub mengatakan, untuk menyepakati agar masyarakat bersama-sama dengan pemerintah untuk menangani permasalahan sampah, menjaga lingkungan dan menjaga kelestarian ekosistem.
"Kita sepakat untuk bersama-sama mengambil peran dalam penanganan sampah di wilayah masing-masing. Bersinergi bersama pemerintah daerah untuk menjaga lingkungan dan menjaga kelestarian ekosistem hutan. Kita sepakat untuk bisa menjadi bangsa yang hebat, bangsa yang kuat dan bangsa yang mampu menghargai jasa-jasa pahlawan," jelas Wagub Bengkulu saat memimpin apel.
Setelah kegiatan apel HPSN yang di pimpin Wagub Bengkulu, di lanjutkan dengan dialog diskusi bersama FKH, PPM, PP, KNPI dan LMPI. Ade selaku Sekjend FKH menyampaikan bahwa permasalahan sampah di Bengkulu merupakan masalah yang hampir sama di 512 kota di indonesia.
Bahwa sampah itu tidak bisa kita hadapi dengan memusuhinya , tapi kita harus menganggap itu sebagai kearifan lokal. Bagaimana kearifan lokal itu bisa kita kelola sudah tentu kita bisa sebagai anak muda harus bisa menguasai teknologi. Hanya teknologi yang mampu mengelola kearifan lokal di setiap daerah, karena kearifan lokal itu " From nothing to something" dari yang tidak ada nilai harganya itulah sampah yang sebenarnya jika kita bisa mengelolanya, "ungkap Ade.
Terkait program dari FKH yang akan di mulai 2022, untuk harapannya di tahun 2030 semua kota di indonesia sudah tidak ada lagi Permasalahan terkait pengelolaan sampah. Wagub Bengkulu sangat memberikan dukungan terhadap rencana akan program tersebut. (NP/Gus)
Posting Komentar