Jeritan dari Jalan Padang Lamo: Antara Harapan dan Kekecewaan
" Potret kerusakan Jalan Padang Lamo, akses vital masyarakat yang kini berubah menjadi jalur berbahaya. Warga kecewa, janji perbaikan tak kunjung terbukti. Jika tak ada tindakan, aksi protes siap dilakukan".
NewPortal - Di balik lalu lalang kendaraan yang dipaksa melambat, di antara genangan lumpur dan lubang menganga, tersimpan keluh kesah masyarakat sepanjang Jalan Padang Lamo. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi kehidupan, kini berubah menjadi jalur penderitaan.
Setiap hari, warga harus berjibaku dengan jalan rusak parah. Lubang besar, genangan air, serta permukaan jalan yang hancur membuat perjalanan menjadi berbahaya. Tak sedikit kendaraan rusak, aktivitas terganggu, bahkan keselamatan nyawa menjadi taruhan.
Saputra, tokoh masyarakat Desa Tanjung Pucuk, dengan nada penuh kecewa menyampaikan bahwa harapan yang selama ini digantungkan kepada pemerintah seakan tak kunjung menjadi kenyataan. Janji demi janji yang dilontarkan oleh Gubernur Jambi, Al Haris, selama dua periode kepemimpinan, dinilai hanya sebatas kata tanpa bukti nyata di lapangan.
“Kami sudah terlalu lama bersabar. Jalan ini bukan hanya rusak, tapi sudah sangat memprihatinkan dan menyakitkan bagi masyarakat yang setiap hari melintasinya,” ungkapnya.
Masyarakat merasa seolah diabaikan. Aspirasi telah berulang kali disampaikan, keluhan terus disuarakan, namun perubahan tak kunjung datang. Kini, harapan terakhir mereka tertuju kepada pemerintah pusat, agar segera turun tangan memperbaiki kondisi jalan yang kian hari kian memburuk.
Kekecewaan ini bukan lagi sekadar keluhan, melainkan sudah berubah menjadi amarah yang tertahan.
Jika tak ada tindakan nyata, Sebagai bentuk kekecewaan, masyarakat di sepanjang Jalan Padang Lamo berencana melakukan aksi protes apabila tidak ada langkah konkret dari pemerintah. Aksi tersebut berupa penanaman berbagai jenis pohon di badan jalan, seperti sawit, kelapa, pisang, jengkol, dan durian, sehingga jalan tidak dapat dilalui kendaraan.
Masyarakat berharap adanya respons cepat dari pemerintah agar permasalahan ini segera teratasi dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.(MF).


Posting Komentar