Empat Titik Api Terdeteksi di Tebo, BPBD Imbau Warga Waspadai Karhutla
![]() |
| Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Joko Ardiawan S,P |
NEWSPORTAL.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo mencatat terdapat empat titik kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Tebo pada Kamis, 13 Agustus 2026. Hingga saat ini, total luas lahan yang terbakar di Kabupaten Tebo mencapai sekitar 43,6 hektare.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan, S.P, mengatakan empat titik kebakaran tersebut berada di lokasi yang berbeda.
“Pada tanggal 13 Agustus 2026 kemarin, kami mendapatkan laporan terdapat empat titik api di Kabupaten Tebo,” ujar Joko saat diwawancarai awak media, Jumat (14/8/2026).
Adapun empat lokasi tersebut yakni, di belakang Universitas Islam Tebo, Kecamatan Tebo Tengah; Desa Kemantan, Kecamatan Tebo Ilir; Desa Teluk Kuali, Kecamatan Tebo Ulu; serta Desa Perintis, Kecamatan Rimbo Bujang.
Menurut Joko, seluruh titik kebakaran tersebut telah ditangani oleh Satgas Karhutla Kabupaten Tebo bersama sejumlah unsur terkait. Penanganan melibatkan personel TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tebo, Manggala Agni perwakilan Kabupaten Tebo, serta masyarakat di sekitar lokasi kebakaran.
“Keempat lokasi kebakaran tersebut sudah ditangani oleh Satgas Karhutla Kabupaten Tebo, dibantu TNI, Polri, Dinas Kebakaran, Manggala Agni dan masyarakat setempat,” jelasnya.
Joko mengatakan, berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terbakar di masing-masing lokasi masih bervariasi. Ada lokasi yang luasnya mencapai lebih dari empat hektare, sementara lokasi lainnya sekitar setengah hektare hingga satu hektare.
“Dari empat titik lokasi yang terbakar kemarin, yang baru kami temukan adalah jumlah luas yang terbakar. Ada yang sampai empat hektare lebih, ada yang setengah hektare, ada juga yang satu hektare. Jadi untuk luasnya masih beragam,” katanya.
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, BPBD Kabupaten Tebo masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan di masing-masing lokasi.
“Untuk penyebab kebakaran dari empat titik tersebut masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan,” ungkap Joko.
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Tebo agar tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering.
“Kami tidak bosan-bosan mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Tebo untuk tidak melakukan pembakaran, baik itu sampah, pembakaran lahan maupun pembukaan lahan dengan cara membakar,” tegasnya.
Menurutnya, pembakaran yang dilakukan secara sembarangan dapat memicu kebakaran yang lebih luas, terlebih kondisi musim panas dan kekeringan masih berlangsung.
“Kondisi ini dapat memicu bencana kebakaran yang bisa meluas. Saat ini musim panas dan kekeringan masih berlangsung sesuai dengan prediksi dan perkiraan cuaca dari BMKG, dan ini akan terjadi sampai puncak musim kemarau di wilayah Indonesia, terutama di Kabupaten Tebo,” jelasnya.
BPBD Kabupaten Tebo, kata Joko, akan terus berkonsentrasi melakukan pencegahan dan penanganan karhutla bersama Satgas Karhutla yang melibatkan berbagai unsur.
“Kami tetap berkonsentrasi dengan tim Satgas, baik dari OPD terkait, TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran maupun masyarakat setempat,” pungkasnya..(An).

Posting Komentar