Insiden Babak 8 Besar Nafal Cup III Berakhir Damai, Laga Berpeluang Dilanjutkan
NewsPortal.id – Persoalan yang terjadi dalam pertandingan babak delapan besar Turnamen Nafal Cup III Desa Penapalan, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, antara JN FC dan Beringin FC/Pulau Pauh pada 28 Agustus 2026, akhirnya diselesaikan secara damai.
Pada Sabtu (5/9/2026), kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan tidak memperpanjang persoalan yang terjadi saat pertandingan. Kesepakatan tersebut menjadi langkah positif dalam menjaga hubungan baik serta kondusivitas masyarakat setelah sebelumnya sempat terjadi gesekan di lapangan.
Ketua Panitia Turnamen Nafal Cup III, Gusrianto, mengatakan persoalan tersebut telah diselesaikan dengan baik melalui komunikasi antara kedua belah pihak. Menurutnya, perdamaian menjadi hal penting agar kejadian dalam pertandingan tidak berkembang menjadi persoalan di luar lapangan.
“Kami bersyukur persoalan ini sudah diselesaikan dengan baik. Kedua belah pihak sudah sepakat berdamai dan tidak memperpanjang persoalan,” ujar Gusrianto saat dikonfirmasi Awak media
Gusrianto menjelaskan, insiden tersebut terjadi saat pertandingan JN FC melawan Beringin FC/Pulau Pauh berlangsung. Situasi pertandingan sempat memanas setelah terjadi pelanggaran dan gesekan antarpemain.
Panitia bersama pihak keamanan kemudian bergerak cepat untuk mengendalikan situasi. Setelah kondisi kembali kondusif, kedua manajer kesebelasan dipertemukan untuk mencari penyelesaian atas persoalan yang terjadi.
Meski pertandingan sempat dihentikan dan kedua kesebelasan dikenakan sanksi diskualifikasi berdasarkan hasil koordinasi panitia dengan Askab PSSI Kabupaten Tebo, Gusrianto menegaskan bahwa persoalan antara kedua belah pihak kini telah diselesaikan secara baik-baik.
“Yang paling penting, persoalan ini sudah selesai secara baik-baik. Kami berharap setelah adanya perdamaian ini tidak ada lagi pihak yang mempermasalahkan kejadian tersebut,” katanya
Terkait kemungkinan pertandingan Turnamen Nafal Cup III kembali dilanjutkan, Gusrianto mengatakan pihak panitia masih akan mempertimbangkannya. Ia menyebut peluang pertandingan tersebut untuk dilanjutkan cukup besar setelah kedua belah pihak sepakat berdamai.
“Kalau untuk pertandingan dilanjutkan, nanti akan kami pertimbangkan lagi. Kemungkinan besar akan dilanjutkan, karena kedua belah pihak sudah sepakat berdamai,” ungkap Gusrianto.
Gusrianto menambahkan, Turnamen Nafal Cup III sejak awal bukan hanya ditujukan sebagai ajang kompetisi sepak bola, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi dan hiburan bagi masyarakat Desa Penapalan dan sekitarnya dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Karena itu, ia berharap seluruh pemain, official, suporter, dan masyarakat dapat mengambil pelajaran dari kejadian tersebut. Sportivitas, kedewasaan, serta sikap saling menghargai harus tetap dikedepankan agar pertandingan sepak bola tidak menimbulkan persoalan baru.
“Kami berharap semuanya bisa kembali seperti biasa. Jangan sampai persoalan di lapangan terbawa ke luar lapangan. Turnamen ini kita laksanakan untuk silaturahmi dan kebersamaan,” tegas Gusrianto
Ia menambahkan, perdamaian kedua belah pihak diharapkan menjadi penutup atas persoalan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menjaga persaudaraan, sportivitas, dan kebersamaan dalam setiap kegiatan olahraga di tengah masyarakat.***
Baca Juga:

Posting Komentar