Kabut Asap Mengintai, BMKG Perkuat Pemantauan Kualitas Udara di Jambi
JAMBI, NEWSPORTAL.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat kapasitas Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Provinsi Jambi untuk menghadapi meningkatnya kebutuhan informasi cuaca, iklim, dan kualitas udara, terutama di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap.
Penguatan layanan tersebut menjadi salah satu perhatian Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani saat melakukan kunjungan kerja dan audiensi ke Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi dan Stasiun Klimatologi Kelas II Jambi, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan juga diikuti perwakilan Stasiun Meteorologi Kelas II Depati Parbo Kerinci.
Momentum tersebut berlangsung ketika persoalan kualitas udara masih menjadi perhatian di wilayah Jambi.
Data pemantauan BMKG pada Sabtu (19/9) pukul 06.00 WIB menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Kota Jambi mencapai 107,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Sementara di Muaro Jambi tercatat 98,1 µg/m³.
Kedua wilayah tersebut berada dalam kategori Tidak Sehat berdasarkan parameter pemantauan kualitas udara BMKG.
BMKG Dorong UPT Lebih Dekat dengan Daerah
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan bahwa penguatan UPT menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas layanan BMKG.
Menurutnya, UPT memiliki posisi strategis karena menjadi bagian BMKG yang berhadapan langsung dengan masyarakat, pemerintah daerah, maupun berbagai sektor yang membutuhkan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
“Arah besar yang sedang kita tuju adalah penguatan UPT, karena kualitas UPT tidak boleh kalah dibandingkan pusat,” kata Faisal, sebagaimana dikutip dari rilis resmi BMKG.
Ia menekankan bahwa penguatan tersebut tidak hanya menyangkut sarana dan teknologi, tetapi juga kompetensi, integritas, serta kemampuan membangun komunikasi dengan para pemangku kepentingan di daerah.
Faisal juga meminta jajaran UPT lebih aktif mencari solusi dan mendampingi pemerintah daerah menghadapi kondisi cuaca dan iklim yang membutuhkan respons bersama.
“Tahun ini, kemarau diprediksi akan lebih kering. Tim di UPT harus bergerak mencari solusi dan membersamai pemerintah daerah serta seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Informasi Kualitas Udara Harus Mudah Dipahami
Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG Marjuki mengatakan informasi yang dihasilkan UPT di Jambi semakin memiliki dampak terhadap masyarakat dan pengambilan keputusan.
Salah satunya adalah informasi mengenai kualitas udara dan kabut asap yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam berbagai sektor, termasuk penerbangan dan kebijakan pemerintah daerah.
Marjuki menyebut pendekatan layanan BMKG saat ini semakin diarahkan pada impact-based services, yakni informasi yang tidak berhenti pada penyampaian data teknis, tetapi diterjemahkan menjadi informasi yang dapat digunakan masyarakat dan pengambil kebijakan.
Ke depan, BMKG juga mendorong agar data seperti PM2.5 tidak hanya disampaikan dalam bentuk angka, tetapi dikemas dalam informasi prediktif yang lebih mudah dipahami.
“Tujuannya adalah mengemas informasi yang sudah dimiliki agar bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Marjuki.
Pengamatan Kualitas Udara Terus Diperkuat
Penguatan layanan tersebut didukung kemampuan Stasiun Klimatologi Jambi yang tidak hanya melakukan pengamatan klimatologi.
Stasiun tersebut juga memiliki aktivitas pengamatan kualitas udara, aerosol, dan gas rumah kaca dengan dukungan berbagai instrumen operasional.
Kondisi ini menjadi penting di tengah ancaman karhutla yang dapat menyebabkan memburuknya kualitas udara dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
Selain persoalan kabut asap, BMKG juga menghadapi kebutuhan informasi untuk sektor pertanian dan perkebunan, keselamatan penerbangan serta pemantauan kegempaan, khususnya di wilayah barat Provinsi Jambi.
Kepala Pusat Standardisasi Instrumen MKG Rahmat Triyono menekankan pentingnya memastikan instrumen pengamatan tetap andal, termasuk perangkat pemantauan di wilayah yang dipengaruhi aktivitas Sesar Siulak.
Sementara itu, Plt. Kepala Balai Besar MKG Wilayah II Ana Oktavia mendorong seluruh UPT BMKG di Jambi memperkuat kolaborasi melalui pertukaran data, keahlian teknis, dan pemanfaatan sumber daya.
Dengan penguatan tersebut, BMKG berharap layanan informasi di Jambi semakin cepat, akurat, mudah dipahami, dan mampu mendukung langkah antisipasi pemerintah maupun masyarakat menghadapi risiko cuaca, iklim, karhutla, kabut asap, serta ancaman geofisika.
Sumber: BMKG, 20 September 2026.

Posting Komentar