Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kasus Keributan SAD dan Anggota TNI di PT SAL Viral, Aktivis Tebo Soroti Konflik yang Terus Berulang

Aktivis Lingkungan Tebo Jambi, Ahmad Firdaus. 

NEWSPORTAL.id
– Video keributan yang melibatkan sejumlah Suku Anak Dalam (SAD) dan anggota TNI di wilayah PT SAL, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial.

Peristiwa tersebut turut mendapat sorotan dari aktivis lingkungan Kabupaten Tebo, Ahmad Firdaus. Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan maupun pengeroyokan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun.

“Apapun alasannya, pengeroyokan tidak dibenarkan, apalagi yang dikeroyok itu adalah TNI,” tegas Firdaus.

Meski demikian, Firdaus meminta pemerintah tidak berhenti pada penyelesaian kasus setelah konflik terjadi. Menurutnya, perlu ada upaya menyeluruh untuk mencari akar persoalan yang selama ini membuat konflik yang melibatkan masyarakat SAD kembali terjadi.

Ia menilai konflik antara SAD dengan berbagai pihak bukan merupakan persoalan baru. Persoalan yang muncul dari tahun ke tahun, menurutnya, perlu ditangani dengan pendekatan jangka panjang, bukan hanya melalui penyelesaian sementara.

“Dari tahun ke tahun konflik SAD terus bermunculan dan semakin banyak. Namun setiap penyelesaian yang dilakukan tanpa menyentuh akar permasalahan,” katanya.

Firdaus menyebut persoalan ruang hidup dan wilayah kehidupan SAD menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

Menurutnya, semakin terbatasnya ruang hidup dapat menimbulkan persoalan baru ketika kebutuhan masyarakat SAD untuk bertahan hidup bersinggungan dengan kepentingan pihak lain.

“ Saat ini SAD telah kehilangan ruang hidup dan wilayah kehidupan. Sehingga mereka nekat agar bisa bertahan hidup. Akibatnya, banyak pihak yang dirugikan dan akhirnya terjadi konflik,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong pemerintah bersama instansi terkait membuka ruang dialog yang lebih luas dengan masyarakat SAD. Selain itu, diperlukan pemetaan persoalan dan solusi jangka panjang yang menyangkut ruang hidup, sumber penghidupan serta hubungan masyarakat SAD dengan pihak lain di wilayah konflik.

“Pemerintah harus sama-sama mencari solusi agar konflik yang melibatkan SAD tidak lagi terjadi. Jangan setiap ada konflik baru dilakukan penyelesaian, tetapi akar persoalannya tidak pernah diselesaikan,” tegasnya.

Sebelumnya, video keributan antara SAD dan anggota TNI di wilayah PT SAL beredar luas di media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat.

Dalam perkembangan terakhir, lima orang warga SAD dikabarkan telah menyerahkan diri ke Polres Sarolangun terkait dugaan keterlibatan dalam peristiwa tersebut.

Proses hukum terhadap dugaan tindak pidana dalam kejadian tersebut diharapkan tetap berjalan sesuai ketentuan. Pada saat yang sama, pemerintah didorong menjadikan kasus ini sebagai momentum untuk mengevaluasi pola penyelesaian konflik yang melibatkan masyarakat SAD agar persoalan serupa tidak terus berulang.***

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Kasus Keributan SAD dan Anggota TNI di PT SAL Viral, Aktivis Tebo Soroti Konflik yang Terus Berulang
  • Kasus Keributan SAD dan Anggota TNI di PT SAL Viral, Aktivis Tebo Soroti Konflik yang Terus Berulang
  • Kasus Keributan SAD dan Anggota TNI di PT SAL Viral, Aktivis Tebo Soroti Konflik yang Terus Berulang
  • Kasus Keributan SAD dan Anggota TNI di PT SAL Viral, Aktivis Tebo Soroti Konflik yang Terus Berulang
  • Kasus Keributan SAD dan Anggota TNI di PT SAL Viral, Aktivis Tebo Soroti Konflik yang Terus Berulang
  • Kasus Keributan SAD dan Anggota TNI di PT SAL Viral, Aktivis Tebo Soroti Konflik yang Terus Berulang

Posting Komentar