BRI Rimbo Bujang Ingatkan Nasabah Waspadai Modus Voice Phishing, Jangan Berikan Kode OTP
![]() |
| Ilustrasi imbauan BRI BO Rimbo Bujang kepada nasabah agar mewaspadai modus penipuan melalui panggilan telepon (voice phishing). |
TEBO – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengingatkan masyarakat, khususnya nasabah, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan perbankan melalui panggilan telepon atau voice phishing yang dikenal dengan istilah vishing.
Imbauan tersebut disampaikan oleh Branch Office Head (BOH) BRI BO Rimbo Bujang, Wahyu Diana Bakti, sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menjaga keamanan data pribadi dan informasi perbankan.
Modus penipuan ini dilakukan dengan cara pelaku menyamar sebagai petugas bank untuk mendapatkan informasi rahasia milik nasabah. Biasanya, pelaku menghubungi korban dengan berbagai alasan, mulai dari pemberitahuan transaksi mencurigakan hingga ancaman pemblokiran rekening dengan dalih keamanan.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku kerap menggunakan bahasa yang sopan dan meyakinkan untuk membangun kepercayaan. Mereka juga menciptakan situasi mendesak agar korban segera mengikuti instruksi tanpa terlebih dahulu memastikan kebenaran informasi tersebut.
Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah ketika seseorang mengaku sebagai petugas bank, kemudian menawarkan bantuan untuk mengamankan atau memblokir rekening sementara karena diduga terdapat aktivitas transaksi tidak wajar.
Setelah berhasil mendapatkan kepercayaan korban, pelaku biasanya mulai meminta kode One-Time Password (OTP) dengan alasan sebagai bagian dari proses verifikasi maupun pengamanan rekening.
Padahal, OTP merupakan informasi rahasia yang tidak boleh diberikan kepada siapa pun. Apabila kode tersebut jatuh ke tangan pelaku, informasi itu dapat dimanfaatkan untuk mengakses rekening hingga melakukan transaksi tanpa sepengetahuan pemiliknya.
Lima Langkah Menghindari Penipuan Melalui Telepon
Untuk mengurangi risiko menjadi korban penipuan perbankan, BRI mengimbau masyarakat menerapkan sejumlah langkah pencegahan berikut.
Pertama, lindungi seluruh informasi rahasia perbankan.
Nasabah tidak boleh memberikan PIN, password, kode OTP, maupun informasi pribadi lainnya kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas bank.
Kedua, jangan mudah percaya dengan panggilan yang mengatasnamakan BRI.
Apabila menerima telepon mengenai transaksi mencurigakan, pemblokiran rekening, atau persoalan keamanan, nasabah diminta tidak terburu-buru mengikuti instruksi penelepon.
Ketiga, lakukan verifikasi melalui saluran resmi.
Segera akhiri panggilan apabila menemukan indikasi mencurigakan. Selanjutnya, pastikan kebenaran informasi dengan menghubungi layanan resmi BRI atau mendatangi kantor cabang terdekat.
Keempat, pantau aktivitas rekening secara berkala.
Nasabah dianjurkan memeriksa riwayat transaksi melalui aplikasi BRImo dan mengaktifkan notifikasi transaksi agar setiap aktivitas keuangan dapat dipantau.
Kelima, segera laporkan indikasi penipuan.
Jika terlanjur memberikan informasi rahasia kepada pihak lain atau menemukan transaksi yang tidak dikenal, nasabah sebaiknya segera menghubungi BRI untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Gunakan Kanal Resmi BRI
Selain mengingatkan mengenai keamanan data, BRI juga mengimbau masyarakat agar hanya mengunduh dan memperbarui aplikasi perbankan melalui sumber resmi.
Nasabah diminta tidak sembarangan membuka tautan maupun memasang aplikasi yang dikirimkan oleh pihak tidak dikenal, meskipun pengirimnya mengaku sebagai petugas bank.
Informasi mengenai layanan dan produk perbankan dapat diperoleh melalui situs resmi www.bri.co.id serta akun media sosial BRI, seperti Instagram @bankbri_id dan X/Twitter @bankbri_id, @kontakbri, serta @promo_bri.
Nasabah juga dapat mengakses Facebook dan YouTube Bank BRI, menghubungi Contact BRI melalui nomor 1500017, WhatsApp Chat Sabrina di 0812 1214 017, atau menggunakan menu Pusat Bantuan pada aplikasi BRImo.
Melalui imbauan tersebut, BOH BRI BO Rimbo Bujang, Wahyu Diana Bakti, mengajak seluruh nasabah untuk lebih teliti dan tidak mudah percaya terhadap komunikasi yang mengatasnamakan pihak perbankan, terutama jika disertai permintaan data rahasia atau arahan untuk membuka tautan tertentu.
Kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah kejahatan perbankan. Nasabah diharapkan selalu menjaga kerahasiaan data pribadi serta memastikan setiap informasi yang diterima berasal dari kanal resmi BRI yang telah terverifikasi.***

Posting Komentar