Iklan
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPRD Provinsi Jambi Dorong Integrasi Desa Wisata dengan Pusat Informasi Konservasi Gajah di Muara Sekalo


NewsPortal - DPRD Provinsi Jambi mendorong pengintegrasian desa wisata dengan pengembangan Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) di Desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo. Langkah ini diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan.

Anggota DPRD Provinsi Jambi, Ansori Hasan, menyampaikan bahwa integrasi tersebut sejalan dengan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang desa wisata dalam rapat paripurna yang baru-baru ini digelar.

“Sejalan dengan pengesahan Raperda tentang desa wisata, integrasi ini sangat layak menjadi prioritas. Melalui kerja sama yang erat dengan Dinas Pariwisata, penangkaran gajah ini dapat dikemas menjadi destinasi unggulan yang menarik wisatawan sekaligus mengedukasi masyarakat,” ujar Ansori di Jambi, Minggu.

Menurut politisi Fraksi PAN tersebut, keberadaan gajah di Muara Sekalo dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat jika dikelola secara serius oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi bersama desa wisata setempat dengan dukungan pemerintah daerah.

Kabupaten Tebo dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berbasis konservasi, khususnya terkait perlindungan gajah di bentang alam kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT). Karena itu, optimalisasi pengelolaan kawasan diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian satwa, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah integrasi kawasan konservasi ini ke dalam program desa wisata. Dukungan kebijakan dan infrastruktur dari pemerintah akan menjadi kunci utama untuk mewujudkan pariwisata Jambi yang lebih maju,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Jambi, Himawan Sasongko, mengungkapkan bahwa PIKG masih menghadapi kendala utama berupa keterbatasan akses jalan dari pusat kota menuju lokasi.

“Infrastruktur penghubung merupakan kebutuhan utama untuk mendongkrak minat masyarakat berkunjung ke kawasan konservasi gajah,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejak diresmikan pada tahun 2022, PIKG telah memiliki fasilitas penginapan (mess) dan sejumlah sarana pendukung lainnya yang memungkinkan pengunjung menikmati pengalaman edukasi dan interaksi dengan gajah, meskipun fasilitas tersebut masih terbatas.

BKSDA Jambi juga mendorong keterlibatan masyarakat di wilayah penyangga untuk menyediakan akomodasi bagi wisatawan, sehingga dampak ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh warga setempat.

PIKG yang berada di Bentang Alam Bukit Tigapuluh memiliki fungsi penting dalam mitigasi konflik gajah-manusia, pemeliharaan gajah jinak, serta sebagai destinasi wisata edukasi baru yang potensial di Provinsi Jambi.***

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • DPRD Provinsi Jambi Dorong Integrasi Desa Wisata dengan Pusat Informasi Konservasi Gajah di Muara Sekalo
  • DPRD Provinsi Jambi Dorong Integrasi Desa Wisata dengan Pusat Informasi Konservasi Gajah di Muara Sekalo
  • DPRD Provinsi Jambi Dorong Integrasi Desa Wisata dengan Pusat Informasi Konservasi Gajah di Muara Sekalo
  • DPRD Provinsi Jambi Dorong Integrasi Desa Wisata dengan Pusat Informasi Konservasi Gajah di Muara Sekalo
  • DPRD Provinsi Jambi Dorong Integrasi Desa Wisata dengan Pusat Informasi Konservasi Gajah di Muara Sekalo
  • DPRD Provinsi Jambi Dorong Integrasi Desa Wisata dengan Pusat Informasi Konservasi Gajah di Muara Sekalo

Posting Komentar