Iklan
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tingkatkan Kompetensi Guru, Disdikbud Tebo Sosialisasikan Deep Learning dan Kokurikuler

Suasana Sosialisasi Pembelajaran Mendalam, Kokurikuler, serta Pencegahan Perundungan dan Kekerasan bagi guru SD dan SMP se-Kabupaten Tebo di Aula Disdikbud Tebo, Kamis (4/6/2026).

NEWSPORTAL.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo menggelar Sosialisasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Kokurikuler bagi satuan pendidikan jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran yang berkualitas, inovatif, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo, Haryadi, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan sekaligus memperkuat karakter peserta didik melalui proses pembelajaran yang bermakna.

Menurut Haryadi, konsep pembelajaran mendalam menjadi salah satu pendekatan yang dapat mendorong siswa untuk memahami materi secara komprehensif, berpikir kritis, kreatif, serta mampu mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan kokurikuler juga memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan minat, bakat, dan karakter peserta didik.

Kegiatan sosialisasi menghadirkan narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Jambi, Drs. Suwandi, M.Pd, yang menyampaikan materi terkait implementasi pembelajaran mendalam dan penguatan kegiatan kokurikuler di satuan pendidikan.

Selain itu, materi mengenai pencegahan perundungan (bullying) dan tindak kekerasan di lingkungan sekolah disampaikan oleh Rara Anggaraini. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya peran seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, kepala sekolah, orang tua, hingga peserta didik dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Rara menjelaskan bahwa pencegahan perundungan dan tindak kekerasan di satuan pendidikan harus dilakukan secara kolaboratif melalui penguatan pendidikan karakter, peningkatan pengawasan, serta penanganan yang cepat dan tepat terhadap setiap laporan yang muncul. Dengan demikian, hak-hak peserta didik untuk memperoleh pendidikan yang aman dan nyaman dapat terpenuhi.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep pembelajaran mendalam dan pelaksanaan kegiatan kokurikuler, tetapi juga mampu mengimplementasikan langkah-langkah pencegahan perundungan dan tindak kekerasan di lingkungan sekolah.

Kegiatan berlangsung dengan antusias dan diikuti oleh kepala sekolah, pengawas sekolah, serta guru SD dan SMP se-Kabupaten Tebo. Diharapkan hasil sosialisasi ini dapat menjadi bekal bagi para pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mewujudkan satuan pendidikan yang ramah anak, aman, dan berkarakter.***


Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Tingkatkan Kompetensi Guru, Disdikbud Tebo Sosialisasikan Deep Learning dan Kokurikuler
  • Tingkatkan Kompetensi Guru, Disdikbud Tebo Sosialisasikan Deep Learning dan Kokurikuler
  • Tingkatkan Kompetensi Guru, Disdikbud Tebo Sosialisasikan Deep Learning dan Kokurikuler
  • Tingkatkan Kompetensi Guru, Disdikbud Tebo Sosialisasikan Deep Learning dan Kokurikuler
  • Tingkatkan Kompetensi Guru, Disdikbud Tebo Sosialisasikan Deep Learning dan Kokurikuler
  • Tingkatkan Kompetensi Guru, Disdikbud Tebo Sosialisasikan Deep Learning dan Kokurikuler

Posting Komentar