Kemenhut Sebut Jambi Nol Hotspot, Karhutla Kini Jadi Perhatian Serius di Kalimantan

Karhutla di Desa Tanah Garo Kecamatan Muara Tabir Kabupaten Tebo Provinsi Jambi.
NEWSPORTAL.ID – Kabar baik datang dari Provinsi Jambi di tengah meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Jambi tercatat nihil hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) dalam pemantauan terbaru Kementerian Kehutanan.
Data tersebut merupakan hasil pemantauan hingga Jumat (11/9/2026) pukul 21.15 WIB menggunakan data satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 yang dihimpun melalui sistem SiPongi Kementerian Kehutanan.
Dalam data terbaru, tidak ditemukan hotspot high confidence di Jambi. Sehari sebelumnya, masih terdapat dua titik yang terdeteksi di provinsi tersebut.
Riau juga menunjukkan perkembangan serupa. Jumlah hotspot high confidence di provinsi itu turun drastis dari 18 titik menjadi nihil.
Karhutla Justru Meningkat di Kalimantan
Berbeda dengan kondisi Jambi dan Riau, sejumlah wilayah Kalimantan justru mengalami peningkatan hotspot.
Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, mencapai 271 titik. Jumlah ini melonjak dibandingkan pemantauan sebelumnya yang mencatat 96 titik.
Kalimantan Barat juga mengalami kenaikan dari 39 menjadi 51 titik. Sedangkan Kalimantan Selatan meningkat dari 9 menjadi 47 titik.
Sementara Sumatera Selatan mencatat 11 hotspot, turun dari 34 titik.
Secara nasional, jumlah hotspot high confidence juga meningkat. Dari sebelumnya 569 titik menjadi 688 titik.
Puluhan Armada Udara Disiagakan
Untuk menghadapi peningkatan karhutla, pemerintah telah menyiagakan 53 armada udara di enam provinsi prioritas.
Sebanyak 34 armada digunakan untuk operasi water bombing. Sementara 19 armada lainnya dikerahkan untuk patroli udara dan mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Operasi darat juga terus dilakukan melalui patroli, pengecekan lapangan, pemadaman, penyekatan penjalaran api, mopping up, hingga pendinginan.
Tiga Helikopter Chinook Jepang Tiba
Pengendalian karhutla di Kalimantan mendapat tambahan kekuatan dari Pemerintah Jepang.
Tiga helikopter CH-47 Chinook milik Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) telah tiba di Kalimantan Barat. Helikopter tersebut dipersiapkan untuk mendukung pemadaman melalui operasi water bombing.
Ketiga Chinook dibawa menggunakan kapal JMSDF JS Kunisaki yang telah tiba di Terminal Kijing, Kalimantan Barat.
Sekitar 180 personel Jepang turut mendukung operasi tersebut. Sebelum digunakan, helikopter akan menjalani persiapan teknis dan flight test untuk memastikan kesiapan serta keselamatan penerbangan.
Nihil Hotspot Bukan Berarti Jambi Bisa Lengah
Meski Jambi saat ini nihil hotspot high confidence, Kementerian Kehutanan mengingatkan bahwa kondisi karhutla dapat berubah dengan cepat.
Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak otomatis berarti telah terjadi kebakaran. Setiap indikasi tetap membutuhkan verifikasi di lapangan.
Faktor cuaca, arah angin, kondisi bahan bakar, serta keberadaan lahan gambut juga dapat memengaruhi perkembangan karhutla.
Karena itu, patroli dan pencegahan di Jambi tetap dilakukan meski dalam pemantauan terakhir tidak ditemukan hotspot high confidence.
Masyarakat juga diimbau tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan asap atau indikasi titik api, warga diminta segera melaporkannya agar dapat ditindaklanjuti.
Sumber: Kementerian Kehutanan RI melalui laman kehutanan.go.id, Siaran Pers Nomor SP.515/HKLN/09/2026, 12 September 2026.
Posting Komentar