Tiang Listrik Berdiri Sejak 2025, Belum Menyala! Cek Endra Siap Perjuangkan Keluhan Warga Tebo

Anggota Komisi XII DPR RI, Cek Endra saat reses di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi.
NEWSPORTAL.ID – Harapan masyarakat Kabupaten Tebo, Jambi, untuk menikmati layanan listrik yang layak kembali menjadi sorotan. Infrastruktur yang belum berfungsi, pembangunan jaringan yang belum menjangkau sejumlah titik, hingga keluhan tegangan listrik rendah menjadi persoalan yang disampaikan warga kepada Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar daerah pemilihan Jambi, Drs. H. Cek Endra.
Berbagai persoalan tersebut terungkap saat Cek Endra menyerap aspirasi masyarakat dalam agenda reses di Tambak Sari, Desa Sungai Aro, Kecamatan Tebo Ilir, Kamis (15/10/2026).
Dalam forum itu, warga menyampaikan bahwa kebutuhan listrik bukan sekadar soal ketersediaan tiang dan jaringan. Mereka juga menuntut kepastian kapan infrastruktur yang sudah dibangun dapat difungsikan dan kapan wilayah yang belum terjangkau bisa mendapatkan layanan serupa.
M. Rosyid, S.Sos., Kaur Umum dan Perencanaan Desa Lubuk Mandarsah Ulu, mengungkapkan bahwa perjuangan pengadaan jaringan listrik di wilayahnya telah diajukan sejak April 2025. Meski pembangunan sejumlah tiang sudah dilakukan, pekerjaan tersebut belum sepenuhnya menghadirkan aliran listrik bagi masyarakat.
Rosyid menyebut, sebanyak 24 tiang di RT 011 Dusun Sumber Arum telah terpasang sejak penghujung 2025. Akan tetapi, jaringan tersebut belum dialiri listrik.
Persoalan serupa terjadi di RT 017. Sebanyak 26 tiang sudah berdiri, tetapi kabel dan aliran listrik belum tersedia. Adapun rencana pembangunan 30 tiang di RT 009 Dusun Tanjung Beringin masih menunggu realisasi.
Ia berharap aspirasi yang telah diperjuangkan dapat segera dituntaskan sehingga masyarakat tidak terus menunggu tanpa kepastian.
Rosyid juga menyampaikan apresiasi kepada Cek Endra atas upayanya mendorong pembangunan jaringan listrik di wilayah tersebut.
Keluhan lainnya datang dari Sekretaris Desa Mengupeh, Amrizal. Ia menilai program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang diperjuangkan Cek Endra menjadi salah satu upaya membantu masyarakat memperoleh akses sambungan listrik.
Di tengah persoalan pemerataan jaringan, kualitas pasokan listrik juga menjadi perhatian peserta reses. Pimpinan Pondok Pesantren Babussalam Al Islami Simpang Niam bersama sejumlah warga mengeluhkan tegangan listrik yang dinilai rendah.
Salah seorang peserta bahkan mengaku pernah mengukur tegangan pada malam hari, sekitar pukul 23.30 WIB. Hasil pengukurannya menunjukkan angka sekitar 150 volt.
Menurutnya, kondisi tersebut patut mendapat perhatian karena tegangan listrik yang tidak memadai dikhawatirkan mengganggu penggunaan perangkat elektronik rumah tangga. Sejumlah peserta juga menyampaikan dugaan bahwa kondisi tegangan tersebut berkaitan dengan kerusakan peralatan elektronik.
Menanggapi persoalan yang disampaikan masyarakat, Cek Endra meminta pihak PLN di wilayah Tebo dan Muara Bungo mengambil langkah cepat terhadap masalah yang dapat ditangani melalui kewenangan masing-masing.
Ia juga mengarahkan agar persoalan yang membutuhkan penanganan lebih besar dibahas bersama pemerintah daerah dan pimpinan DPRD Tebo. Dengan demikian, kebutuhan pembangunan maupun perbaikan jaringan dapat dirumuskan berdasarkan data dan kebutuhan teknis dari PLN.
Cek Endra menyatakan kesiapannya membawa persoalan tersebut ke tingkat pemerintah pusat setelah proses koordinasi dan penyusunan kebutuhan dilakukan.
Ia menegaskan, pemerintah daerah perlu menyiapkan proposal kebutuhan, sedangkan PLN menyampaikan aspek teknis yang diperlukan sebagai dasar untuk memperjuangkan penyelesaiannya.
Reses tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang selama ini mereka hadapi, sekaligus mendorong pihak terkait memberikan tindak lanjut yang terukur.
Sejumlah pejabat dan unsur masyarakat turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi Mazlan, Ketua DPRD Tebo Khalis Mustiko, Ketua Fraksi Golkar DPRD Tebo Liga Marisa, serta anggota Fraksi Golkar Ahmad Ankam, Feri Ariyanto, dan Eni Mawarti.
Turut hadir Manajer PLN UP3 Muara Bungo Agus Fitriansyah, Manajer PLN ULP Muara Tebo Rizky Fadliansyah, Camat Tebo Ilir, para kepala desa dari Kecamatan Tebo Ilir dan Tengah Ilir, Ketua LAMJ Tebo Ilir, pimpinan Ponpes Babussalam Al Islami, serta tokoh masyarakat.
Bagi warga yang telah lama mengusulkan pembangunan jaringan, persoalan ini kini bermuara pada satu harapan: adanya kepastian penyelesaian.
Mereka menunggu agar tiang yang telah berdiri dapat segera berfungsi, jaringan yang belum tersedia mendapat perhatian, dan keluhan tegangan rendah memperoleh pemeriksaan serta penanganan dari pihak berwenang.
Komitmen untuk membawa aspirasi ke pusat pun diharapkan menjadi langkah lanjutan yang diikuti koordinasi dan tindakan nyata, sehingga kebutuhan listrik masyarakat Tebo tidak berhenti sebagai catatan dalam agenda reses. ***
Posting Komentar