Kajari Tebo Tinjau Pendidikan Anak SAD di SDN 163 Sungai Jernih, Sekolah Usulkan Kelas Khusus
![]() |
| Anak-anak komunitas Suku Anak Dalam yang sekolah di SD Negeri 163 Sungai Jernih Kecamatan Muara Tabir Kabupaten Tebo. (Syahrial) |
Newsportal.id – Kunjungan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebo, Dr Abdurachman bersama rombongan ke SDN 163 Desa Sungai Jernih, Kecamatan Muara Tabir, disambut hangat oleh pihak sekolah, khususnya para pendamping anak-anak Suku Anak Dalam (SAD).
Dalam kunjungan tersebut, pihak sekolah menyampaikan harapan adanya ruang kelas khusus bagi anak-anak SAD yang baru mulai mengikuti pendidikan formal.
Anita, guru yang selama ini aktif mendampingi anak-anak SAD di sekolah itu mengatakan, keberadaan ruang khusus sangat dibutuhkan untuk membantu proses adaptasi mereka di lingkungan sekolah.
Menurutnya, sebagian anak-anak SAD masih merasa malu dan kurang percaya diri ketika harus langsung belajar bersama siswa lainnya di kelas reguler.
“Anak-anak SAD ini sebenarnya semangat untuk sekolah. Tapi ada yang masih minder dan belum terbiasa berinteraksi dengan siswa lain,” ujar Anita.
![]() |
| Kajari Tebo Dr Abdurachman saat berbincang dengan orang tua dan anak-anak komunitas Suku Anak Dalam. (Syahrial) |
Ia menjelaskan, ruang kelas khusus nantinya dapat digunakan sebagai tempat belajar awal bagi anak-anak SAD sebelum mereka benar-benar siap berbaur dengan siswa lainnya.
“Kalau mereka sudah nyaman dan terbiasa, baru nantinya digabung dengan siswa lain,” katanya.
Mendengar hal tersebut, Kajari Tebo langsung merespons positif usulan pihak sekolah. Dr Abdurachman berjanji akan menyampaikan kebutuhan itu kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo agar dapat menjadi perhatian bersama.
“Nanti akan saya sampaikan ke Dinas Pendidikan,” ujar Kajari.
Pada kesempatan itu, Kajari juga mengapresiasi dedikasi para guru di SDN 163 Sungai Jernih yang terus mendampingi dan memperhatikan pendidikan anak-anak SAD.
Ia menilai upaya yang dilakukan pihak sekolah merupakan bentuk kepedulian nyata dalam memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak komunitas adat terpencil di Kabupaten Tebo.***


Posting Komentar