ISPU Tebo Masuk Zona Kuning Menuju Merah, DLH-HUB Tunggu Data Akurasi 75 Persen
![]() |
| Kepala dinas lingkungan hidup dan perhubungan (DLH-HUB) kabupaten Tebo Drs Eriyanto M,M saat di wawancara di kantornya |
NEWSPORTAL.id – Dinas Lingkungan Hidup dan Hubungan (DLH-HUB) Kabupaten Tebo terus memantau kondisi kualitas udara menyusul munculnya kabut yang terlihat di sejumlah wilayah Kabupaten Tebo, Rabu (26/08/2026).
Kepala DLH-HUB Kabupaten Tebo, Drs. Eriyanto, M.M., saat dikonfirmasi di kantornya menjelaskan, berdasarkan pemantauan stasiun pemantau kualitas udara milik Kabupaten Tebo sekitar pukul 09.00 WIB, indikator kualitas udara berada pada zona kuning dan mulai menuju zona merah.
“Yang jelas, sekitar pukul 09.00 pagi tadi kita sudah bisa mengakses stasiun kita sendiri yang berada di rumah dinas. Posisi PM 0,5-nya berada di zona kuning menuju zona merah,” ujar Eriyanto.
Namun, Eriyanto menegaskan data tersebut belum dapat dijadikan rujukan final. Pasalnya, tingkat akurasi data yang terbaca pada saat itu baru mencapai sekitar 72 persen, sedangkan data yang dapat digunakan sebagai rujukan harus memenuhi tingkat akurasi minimal 75 persen.
Menurutnya, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup terkait sistem pemantauan tersebut. Sistem sedang dilakukan proses reset agar data yang belum memenuhi standar akurasi tidak ikut terakumulasi dalam perhitungan data berikutnya.
“Sekarang kita tidak bisa mengaksesnya karena sedang di-reset. Kita sudah konfirmasi ke kementerian. Data yang tadi akurasinya baru 72 persen, sedangkan yang bisa dijadikan rujukan itu 75 persen,” jelasnya.
Ia mengatakan, proses reset tersebut penting dilakukan agar data yang belum memenuhi standar tidak tercampur dengan data baru yang nantinya telah mencapai tingkat akurasi 75 persen.
“Kalau data yang 72 persen itu tidak di-reset, nanti ketika sudah 75 persen, data yang sebelumnya tidak memenuhi standar bisa ikut masuk dalam akumulasi. Makanya di-reset dulu,” katanya.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Di tengah kondisi tersebut, DLH-HUB Kabupaten Tebo juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah pengamanan sementara bagi masyarakat.
Salah satunya dengan meningkatkan edukasi kepada masyarakat serta mengimbau penggunaan masker, terutama bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara kurang baik.
“Memang masyarakat banyak yang ingin tahu kondisi udara kita hari ini. Kita juga sudah menyampaikan kepada pihak terkait agar mengambil langkah-langkah pengamanan sementara, termasuk pemberian masker dan edukasi kepada masyarakat,” ungkap Eriyanto.
Ia menjelaskan, kondisi kualitas udara di Kabupaten Tebo tidak bisa hanya dilihat dari satu titik sumber kebakaran. Kondisi kabut asap juga dapat dipengaruhi oleh limpahan asap dari wilayah lain yang memiliki kontribusi lebih besar terhadap kualitas udara.
Menurutnya, apabila terdapat titik pembakaran yang relatif kecil dan telah ditangani oleh satuan tugas, maka belum tentu titik tersebut menjadi penyebab menurunnya kualitas udara di seluruh wilayah Kabupaten Tebo.
“Secara teori, kita harus melihat kontribusi dari wilayah kabupaten atau kota yang memang menyumbang volume asap lebih tinggi. Jadi gambaran kualitas udara tidak bisa hanya dilihat dari satu titik kecil,” jelasnya.
Eriyanto menambahkan, pihaknya masih menunggu sistem kembali normal dan tingkat akurasi data mencapai 75 persen. Setelah memenuhi standar tersebut, data pemantauan akan menjadi rujukan yang lebih akurat untuk menggambarkan kondisi kualitas udara di Kabupaten Tebo.
“Sekarang masih 72 persen. Kita tunggu sampai akurasinya mencapai 75 persen, baru nanti bisa menjadi rujukan,” pungkasnya..(An).

Posting Komentar