Masalah kualitas udara untuk wilayah kabupaten tebo.ini kata kepala dinas DLH-HUB TEBO
![]() |
| Kepala dinas LH -HUB kabupaten Tebo Drs Eriyanto M,M |
NEWSPORTAL.id - Persoalan kualitas udara di Kabupaten Tebo menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLH-HUB) Kabupaten Tebo. Pemerintah daerah saat ini tengah melakukan pemantauan terhadap kualitas udara melalui alat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) milik Kementerian LH, khususnya untuk mengukur konsentrasi PM10 dan PM2.5.
Kepala DLH-HUB Kabupaten Tebo, Drs. Eryanto, M.M., menjelaskan bahwa alat pemantau ISPU sebelumnya sempat mengalami kendala. Namun, alat tersebut telah kembali dipasang pada Senin, 24 Agustus 2026, dan saat ini masih dalam tahap pengujian.
“Alat ISPU kita sebelumnya ada kendala, namun baru dipasang Senin 24/8/2026 untuk PM10 dan PM2,5. Untuk menguji tingkat akurasinya itu biasanya satu hari 1x24 jam,” ujar Eryanto.
Menurutnya, hasil pengukuran yang benar-benar mendekati hasil final baru dapat diketahui setelah alat melakukan pemantauan selama 24 jam. Dengan demikian, masyarakat diminta tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan angka sementara yang muncul pada aplikasi ISPUnet.
“Besok, Rabu 26/8/2026, baru bisa keluar hasil ISPU yang akurasinya mendekati final. Untuk saat ini baru bisa kita kasih tahu per item-item datanya di angka tabel alat ISPU kita,” jelasnya.
PM10 dan PM2.5 Tercatat Menonjol
Berdasarkan data sementara yang disampaikan DLH-HUB Kabupaten Tebo, sejumlah parameter pencemar udara tercatat mengalami perubahan sepanjang waktu pemantauan.
Angka yang paling menonjol terlihat pada parameter PM10 dan PM2.5, terutama sekitar pukul 17.00 WIB. Pada waktu tersebut, konsentrasi PM10 tercatat mencapai 169,76 µg/m³, sementara PM2.5 berada di angka 128,7 µg/m³.
Data tersebut menjadi perhatian karena PM10 dan PM2.5 merupakan partikel udara berukuran kecil yang menjadi salah satu parameter penting dalam pemantauan kualitas udara.
Sementara itu, memasuki sore hingga menjelang malam, parameter CO (karbon monoksida) juga menunjukkan peningkatan secara bertahap. Pada pukul 18.00 WIB, konsentrasi CO dalam data sementara tercatat mencapai 1.510,39 µg/m³.
Jangan Langsung Disimpulkan Sebagai Kategori ISPU
Meski angka tersebut terlihat tinggi, data sementara tersebut belum dapat langsung diterjemahkan sebagai kategori ISPU resmi seperti baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat, atau berbahaya.
Pasalnya, angka yang muncul pada tabel merupakan konsentrasi polutan, sedangkan penetapan kategori ISPU memerlukan proses konversi berdasarkan parameter dan standar yang berlaku serta sistem pemantauan yang digunakan.
Karena alat baru kembali dipasang pada 24 Agustus dan masih menjalani pengujian selama 1x24 jam, hasil sementara tersebut masih terjadi anomali perlu ditunggu hingga proses pengukuran menghasilkan data yang lebih akurat.
DLH-HUB Kabupaten Tebo dijadwalkan dapat memberikan gambaran hasil ISPU yang lebih mendekati final pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk menunggu hasil resmi dari DLH-HUB Kabupaten Tebo sebelum menarik kesimpulan mengenai kondisi kualitas udara di wilayah Kabupaten Tebo.
Data sementara menunjukkan adanya parameter yang perlu diperhatikan, namun kepastian mengenai status atau kategori kualitas udara Kabupaten Tebo tetap menunggu hasil pengukuran dan pengolahan data ISPU yang lebih akurat..(An).

Posting Komentar