Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banjir Bandang dan Longsor Terjang Solok, Dua Warga Hilang Masih Dicari

Pasukan respons darurat gabungan saat melakukan pencarian. (Foto: inp.polri.go.id)


SOLOK, NEWSPORTAL.ID – Banjir bandang dan tanah longsor menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin malam, 21 September 2026.

Bencana terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Solok. Sekitar pukul 19.30 WIB, aliran Sungai Batang Laso meluap. Kondisi tersebut diperparah longsor dari perbukitan di sekitar hulu sungai.

Material longsor kemudian terbawa arus dan menghantam kawasan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Biro Informasi Publik Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, sebagaimana diberitakan INP (Indonesian National Police).

Merespons bencana tersebut, personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian korban, evakuasi, pembersihan material longsor, serta membuka kembali akses yang terdampak.

Korps Brimob Polda Sumatera Barat mengerahkan dua kompi dari Padang dan satu peleton dari Padang Panjang untuk memperkuat operasi penanganan bencana di lokasi.

Operasi di lapangan dipimpin Kapolres Solok, AKBP Rini Anggraini, bersama BPBD dan unsur TNI setempat.

Dua Warga Masih Hilang

Dalam penanganan awal, petugas masih melakukan pencarian terhadap dua warga yang dilaporkan hilang, yakni Dafi Arahman (21) dan Agusra (59).

Sementara itu, empat warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.

Tiga korban mengalami luka ringan, yakni Muslihat (54), Anggiat Sirait (66), dan Yurnalis (45).

Sedangkan Muhammad Nur Zen (56) mengalami patah tulang pada bagian kaki yang disertai pendarahan. Korban kemudian dirujuk ke Semen Padang Hospital di Kota Padang untuk mendapatkan penanganan medis.

Petugas gabungan hingga kini masih melakukan pencarian terhadap dua warga yang hilang, sekaligus membersihkan material banjir dan longsor yang menghambat akses masyarakat.

Selain pencarian dan evakuasi, penanganan juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar serta dukungan terhadap kondisi psikologis masyarakat terdampak.

Polri menyatakan operasi penanganan bencana dilakukan bersama unsur terkait untuk mempercepat pencarian korban dan pemulihan akses di wilayah terdampak.


Sumber: INP (Indonesian National Police) / inp.polri.go.id.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Banjir Bandang dan Longsor Terjang Solok, Dua Warga Hilang Masih Dicari
  • Banjir Bandang dan Longsor Terjang Solok, Dua Warga Hilang Masih Dicari
  • Banjir Bandang dan Longsor Terjang Solok, Dua Warga Hilang Masih Dicari
  • Banjir Bandang dan Longsor Terjang Solok, Dua Warga Hilang Masih Dicari
  • Banjir Bandang dan Longsor Terjang Solok, Dua Warga Hilang Masih Dicari
  • Banjir Bandang dan Longsor Terjang Solok, Dua Warga Hilang Masih Dicari

Posting Komentar