Keterbatasan Fiskal Tak Jadi Penghalang, Pemkab Tebo Jemput Bola Perjuangkan Rp167,86 Miliar untuk Infrastruktur
Newsportal.ID - Keterbatasan kemampuan fiskal daerah tidak menjadi alasan bagi Pemerintah Kabupaten Tebo untuk berhenti memperjuangkan pembangunan. Di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, Pemkab Tebo memilih memperluas ruang fiskal dengan aktif mencari dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat.
Di bawah kepemimpinan Bupati Tebo Agus Rubiyanto, SE, MM bersama Wakil Bupati Tebo Nazar Efendi, SE, M.Si., strategi jemput bola terus dilakukan dengan membawa langsung kebutuhan prioritas pembangunan Kabupaten Tebo ke pemerintah pusat.
Langkah tersebut ditempuh karena kebutuhan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan fasilitas pelayanan kesehatan, membutuhkan anggaran yang cukup besar dan tidak seluruhnya dapat ditopang melalui APBD Kabupaten Tebo.
Melalui berbagai program dan skema pembiayaan pemerintah pusat, sejumlah dukungan berhasil diarahkan untuk pembangunan Kabupaten Tebo. Jika dihitung dari dua sumber pembiayaan utama, nilainya mencapai sekitar Rp167,86 miliar.
Rp68 Miliar untuk Inpres Jalan Daerah
Salah satu dukungan yang diperoleh Kabupaten Tebo adalah Dana Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah sebesar Rp68 miliar.
Dukungan ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan akses masyarakat serta mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
Bagi Kabupaten Tebo, jalan memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Infrastruktur tersebut menjadi penghubung antara kawasan permukiman, sentra produksi, pusat perdagangan, sekolah, fasilitas kesehatan hingga pusat pemerintahan.
Kondisi jalan yang semakin baik diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi.
Bagi petani dan pekebun, akses jalan yang memadai dapat membantu memperlancar pengangkutan hasil produksi. Bagi masyarakat secara umum, jalan yang baik juga berarti akses yang lebih mudah menuju berbagai fasilitas pelayanan dasar.
Rp99,86 Miliar Melalui PT Sarana Multi Infrastruktur
Selain Dana Inpres Jalan Daerah, Pemkab Tebo juga mendapatkan dukungan pembiayaan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebesar Rp99,86 miliar.
Berdasarkan informasi Bapperida Tebo, pembiayaan tersebut terdiri dari Rp46 miliar untuk pembangunan dua ruas jalan dan Rp53,86 miliar untuk penguatan fasilitas kesehatan RSUD Sultan Thaha Saifuddin Muara Tebo.
Dengan demikian, dukungan melalui PT SMI tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur jalan, tetapi juga menyentuh sektor pelayanan kesehatan.
Penguatan fasilitas RSUD Sultan Thaha Saifuddin Muara Tebo diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Sebab, fasilitas kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang keberadaannya bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ketika masyarakat membutuhkan pelayanan medis, fasilitas yang memadai menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan yang aman dan berkualitas.
Rp167,86 Miliar untuk Memperkuat Infrastruktur
Jika kedua dukungan tersebut digabungkan, yakni Rp68 miliar dari Dana Inpres Jalan Daerah dan Rp99,86 miliar melalui PT Sarana Multi Infrastruktur, maka totalnya mencapai Rp167,86 miliar.
Nilai tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Tebo memperluas sumber pembiayaan pembangunan di tengah keterbatasan kemampuan APBD.
Pembangunan jalan dan penguatan fasilitas kesehatan menjadi dua sektor yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
Jalan yang baik bukan hanya mempermudah kendaraan melintas, tetapi juga membuka akses ekonomi dan memperlancar aktivitas masyarakat dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Begitu pula dengan fasilitas kesehatan. Infrastruktur kesehatan yang semakin memadai diharapkan mampu mendukung tenaga medis dalam memberikan pelayanan serta memberikan akses pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Jemput Bola, Jangan Biarkan Pembangunan Berhenti di Perencanaan
Strategi jemput bola yang dilakukan Pemkab Tebo menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan pembangunan tidak berhenti hanya pada tahap perencanaan.
Ketika kemampuan APBD memiliki keterbatasan, pemerintah daerah dituntut untuk mampu mencari peluang pembiayaan lain dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan prioritas pembangunan daerah.
Bupati Agus Rubiyanto bersama Wakil Bupati Nazar Efendi membawa kebutuhan tersebut ke tingkat pemerintah pusat dengan harapan dukungan pembiayaan dapat terus mengalir ke Kabupaten Tebo.
Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat dan lembaga pembiayaan menjadi bagian penting dalam mempercepat pembangunan.
Sebab pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan satu sumber anggaran. Dibutuhkan kemampuan untuk membuka akses, membangun komunikasi serta memperjuangkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Bukan Sekadar Angka, tetapi Manfaat yang Dirasakan Masyarakat
Besarnya nilai pembiayaan yang berhasil diakses tentu menjadi bagian penting dalam pembangunan. Namun, ukuran keberhasilannya pada akhirnya bukan hanya berapa besar anggaran yang diperoleh.
Yang lebih penting adalah bagaimana anggaran tersebut diwujudkan menjadi pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Masyarakat ingin melihat jalan yang lebih baik, akses yang lebih mudah, distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang semakin lancar serta fasilitas pelayanan kesehatan yang semakin memadai.
Bagi masyarakat di pelosok daerah, jalan yang layak dapat berarti lebih mudah menuju sekolah, pasar maupun rumah sakit.
Bagi petani dan pekebun, jalan yang baik dapat membantu memperlancar pengangkutan hasil produksi.
Dan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, fasilitas rumah sakit yang memadai menjadi bagian dari harapan untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik.
Karena itu, dukungan pembiayaan sebesar Rp167,86 miliar bukan semata-mata tentang besarnya angka, tetapi tentang bagaimana anggaran tersebut mampu diterjemahkan menjadi pembangunan yang memiliki manfaat nyata.
Keterbatasan fiskal daerah tidak harus menjadi penghalang bagi pembangunan. Dengan memperluas sumber pembiayaan, membangun sinergi dan terus melakukan langkah jemput bola, Pemkab Tebo berupaya memastikan pembangunan tetap berjalan.
Melalui dukungan pemerintah pusat dan berbagai lembaga pembiayaan, pembangunan infrastruktur dasar dan pelayanan publik di Kabupaten Tebo terus didorong agar memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan Pemkab Tebo dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dari jalan yang menghubungkan wilayah, hingga fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan, seluruhnya bermuara pada satu tujuan: menghadirkan pembangunan yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan membawa Tebo menuju Tebo Cerdas, Sehat dan Sejahtera Tahun 2030.***

Posting Komentar