author photo
Kunjungan ke Lokasi SMB dilapangan (22/6/2018)

NEWSPORTAL.ID - Aksi pendudukan lahan oleh Serikat Mandiri Batanghari (SMB) di areal izin PT Wira Karya Sakti (PT WKS) hingga bulan ini sudah mencapai belasan kilo meter.

“Sebelum lebaran kemarin sudah sekitar 12 kilo kalau sekarang di prediksi 14 hingga 18 kilo. Itu yang sudah di buat pondok-pondok”ujar seorang karyawan saat dikonfirmasi (23/6/2018).

Tanaman yang rusak sudah mencapai 300 hektar. Maksudnya tanaman yang sudah ditebas atau ditebang, itu belum termasuk spot-spot lainnya.

“Kalau dampaknya ya sudah cukup banyak, Masyarakat yang ingin melintas sekarang sudah was-was apalagi karyawan khususnya paska insiden pembakaran pos dan security yang luka-luka.  Jadi, Kami berharap pada pemerintah bagaimana situasi ini kembali pulih agar yang bekerja maupun yang lewat tidak kecemasan”pungkas sumber yang tak ingin disebut namanya ini.

Kemarin (22/6), atau sehari paska terbakarnya pos 801 PT WKS yang berada di Distrik VIII, Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari. Jajaran Pemkab, DPRD dan Polres Batanghari langsung meninjau lokasi.

Namun, Setibanya rombongan di lokasi, Muslim, Ketua kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) tidak ada di tempat.

Sehingga pertemuan hanya dilakukan sambil berdiri di pintu masuk (portal) SMB dengan perwakilan anggota masyarakat yang ada.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Batanghari, AKBP M. Santoso, Bersama Ketua DPRD H.M. Mahdan dan Sekretaris Daerah Batanghari, H. Bakhtiar, Tampak sedikit kecewa.

Karena kehadiran mereka dengan niatan baik sekaligus untuk berkomunikasi menjadi urung terlaksana. Sebab, Muslim selaku ketua tidak ada di lokasi.

“Ini bapak Ketua DPRD, Wakil rakyat, Beliau jauh-jauh datang kesini untuk mendengar aspirasi agar masyarakat bisa menyampaikan langsung atau tak perlu jauh-jauh datang kesana, Biar nanti akan diperjuangkan, Mohon dihormati.”Kata Kapolres.

“Kami ini serba salah, Jika tidak datang nanti dibilang tak peduli, Tapi kami datang ketuanya yang tidak ada. Padahal, Pada puasa kemarin saya sudah kesini dan waktu itu sudah sepakat bahwa akan pertemuan pada tanggal 25 nanti di Bulian” Timpal Mahdan, Ketua DPRD Batanghari.

Menanggapi hal itu beberapa perwakilan SMB menyampaikan tanggapannya. Menurut mereka, Bahwa situasi dilapangan saat ini memang sensi paska insiden terbakarnya pos yang dipicu aksi swiping oknum kemananan terhadap anggota SMB yang ingin masuk dan keluar dari lokasi.

“Sebelumnya kami mohon maaf kepada bapak-bapak jika hari ini ketua kami tidak ada di lokasi. Tapi yang namanya pertemuan baiknya memang terjadwal seperti yg dilakukan sebelum-sebelumnya, kami selalu terima siapapun yang datang”ujar Deden, salah seorang anggota SMB memaparkan.

Tapi lanjutnya, Paska adanya gangguan dilapangan kami disini kembali mempertanyakan komitmen jaminan keamanan itu dari pihak terkait. “Bagaimana mau berunding kalau kami disini merasa tidak aman”pungkasnya.

Akhirnya, Pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit itu belum menghasilkan kesepakatan karena arahan dari Kapolres, Ketua DPRD dan Sekda Batanghari, Masih perlu disampaikan kepada Muslim selaku ketua.

Tapi, Kapolres, Sekda dan Ketua DPRD Batanghari berharap, Komitmen pertemuan sebelumnya bisa tetap berjalan dan untuk itu para pihak agar terus berkomunikasi mengatur kembali (pastinya) jadwal pertemuan (Red)

SILAHKAN KOMENTAR 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post