author photo
Kelompok SMB di lokasi pendudukan lahan

NEWSPORTAL.ID - Tim terpadu (Timdu) Kabupaten Batanghari kemarin melangsungkan rapat untuk membahas penyelesaian konflik pendudukan lahan oleh Serikat Mandiri Batanghari (SMB) di areal izin Hutan Tanaman Rakyat dan HTI PT Wira Karya Sakti.

Rapat yang bertempat di ruang Ass III Administrasi umum Setda Kab. Batanghari ini hasilnya akan melakukan peringatan terakhir ke kelompok SMB yang di pimpin Muslim Cs agar meninggalkan areal PT.WKS dari tanggal 04 hingga 20 Juni 2018.  Jika tidak diindahkan maka akan diambil langkah penegakan hukum sembari melakukan penguatan pengamanan di lokasi izin PT.WKS secara persuasif.

Demikian dikatakan Fahrizal, Ass III Setda Batanghari ketika di konfirmasi melalui telpnya, Hari ini, Selasa (5/6/2018).

“Hari ini tim akan turun ke lokasi untuk memberikan surat peringatan terakhir kepada Kelompok Muslim Cs” ujarnya.

Hal senada diungkap oleh Ansori, Kasi Kesbangpol Batanghari.  

Sekalipun dirinya kemarin dilapangan namun menurut Kepala Badan Kesbangpol Batanghari, Warga SMB dilokasi saat ini berkisar 400 orang.

Kami menyayangkan kelompok SMB yang sudah sekian kali diundang rapat tak pernah kunjung hadir padahal kemarin sudah rapat yang ke enam kali untuk penyelesaian konflik oleh Timdu Batanghari.

“Jadi, Kakan Kesbangpol berharap kelompok Muslim Cs bisa keluar dari kawasan secara baik-baik jangan sampai terjadi keributan atau pertumpahan darah karena penegakan hukum merupakan langkah yang paling terahir. Jadi kita himbau kepada warga agar meninggalkan lokasi sebelum lebaran Idul fitri ini”ajaknya.

Sementara itu, kelompok Muslim Cs hingga berita ini diturunkan masih belum bisa dihubungi atau dikonfirmasi. Menurut info yang di peroleh, Dirinya bersama ratusan anggotanya masih bertahan di lokasi (kukuh) dengan tuntutannya untuk mendapat hak kelola di atas izin HTR dan izin PT.WKS diantaranya untuk membangun Transmigrasi (Red)

SILAHKAN KOMENTAR 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post