author photo

NEWSPORTAL.id, TEBO - Dua bulan usai penutupan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi 2018, namun hingga saat ini belum ada kepastian kapan bonus untuk atlet yang berprestasi bakal diberikan. Padahal, bonus tersebut sejak jauh hari telah dijanjikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo.

"Teman-teman wartawan juga kan tahu janjinya mereka (Pemkab Tebo). Begitu selesai Porprov bonus langsung diberikan," kesal salah seorang pelatih atlet di Tebo, yang minta namanya tidak disebutkan, Rabu (30/01).

Menurut dia, banyak fitnah yang timbul akibat belum diserahkannya bonus kepada para atlet yang berprestasi tersebut. “Penah tengah malam rumah saya didatangi sama atlet dan orang tua atlet. Mereka menanyakan bonus. Ya saya mau jawab apa, kenyataan memang sampe sekarang belum ada kejelasan kapan bonus mau diberikan, “kata dia lagi.

Saat ini, lanjut dia, ada beberapa atlet yang enggan berlatih karena mereka merasa kecewa. Bahkan, kata dia, ada beberapa atlet yang berprasangka buruk dan mengatakan jika bonus tersebut sudah diberikan namun tidak diserahkan kepadanya. “Kami sebagai pelatih yang selalu disalahkan. Sementara kami sendiri tidak tahu kapan kepastian bonus itu diberikan, “ujarnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh salah seorang pengurus cabang olahraga (Cabor) di Tebo. Dikatakan dia jika saat ini para atlet butuh kepastian kapan bonus mereka akan diberikan.

Apalagi, ujar dia, saat ini para atlet dibawah naungannya tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) di Bangku. “Inikan butuh banyak biaya. Setidak-tidaknya biaya selama latihan,”kata dia.

Padahal, ungkap dia, Pemkab Tebo melalui bupati menjanjikan sampaikan habis Porprov keringat masih ada, bonus langsung dibayar. “Itu tanggapan dari anak-anak atlit. Mereka sangat berharap bonus untuk mereka segera diberikan. Ini juga permintaan dari cabor-cabor yang atletnya berprestasi. Saya merasa bersalah kalo ini tidak disampaikan, “kata dia.

Terkait hal ini, Ketua KONI Tebo, Robi Harja mengatakan bahwa soal bonus atlet bukanlah wewenang atau tanggung jawab KONI Tebo. “Soal bonus atlet, coba tanya ke Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Tebo,”kata Robi dikonfirmasi, Rabu (30/01).

Diakui Robi jika Pemkab Tebo menjanjikan bonus bagi atlet yang berprestasi pada Porprov XXII Jambi 2018. Dia juga mengaku jika dirinya telah mengingatkan pihak Disporapar Tebo agar mengusulkan anggaran untuk bonus atlet tersebut.

“Memang janji Pemkab akan memberikan bonus kepada atlet yang berprestasi. Tapi itu bukan wewenang atau tanggung jawab kami sebagai pengurus KONI,”kata mantan atlet taekwondo ini.

KONI, jelas Robi, salah satu wewenangnya adalah melakukan pembinaan terhadap cabang olahraga. Tujuannya untuk meningkatkan prestasi olahraga di Tebo. “Yang kita kelola adalah dana pembinaan untuk Cabor yang sifatnya hibah, bukan dana untuk bonus atlet, “kata dia lagi.

Meski demikian, Robi berjanji segera melakukan kordinasi sama pihak Disporapar Tebo terkait bonus atlet tersebut. “Nanti saya kordinasikan sama Disporapar soal bonus atlet ini kapan akan diberikan, “katanya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tebo, Mardiansyah mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kepala Badan Keuangan Daerah (BAKEUDA) Kabupaten Tebo terkait penganggaran dana untuk bonus atlet peraih medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi tahun 2018 lalu.

Diakatanya jika bonus atlet tersebut belum dianggarkan pada Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 ini. “Kita upayakan untuk dianggarkan pada APBD Perubahan nanti, “kata Mardiansyah, Rabu (30/01).

Dijelaskan Mardiansyah, saat ini     Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas dan Plafon Anggaran (KUA -PPAS) Kabupaten Tebo tahun 2019 sudah disahkan. Artinya, peluang untuk penganggaran bonus atlet pada APBD-Perubahan. “Kan ndak mungkin kita usulkan dipertengahan, sementara KUA-PPAS sudah disahkan. Jadi akan kita usulkan pada perubahan nanti,“kata dia lagi.

Agar anggaran untuk bonus atlet ini bisa dianggarkan pada APBD-Perubahan, dirinya segera berkoordinasi dengan pihak Bakeuda. “Mudah-mudahan Bakeuda ada solusinya dan anggaran bonus atlet bisa dianggarkan pada APBD-Perubahan,”harap dia.

Diakui Mardiansyah jika dirinya pernah berkoordinasi dengan KONI Tebo terkait dana untuk bonus atlet ini. Dalam kordinasi itu, dirinya minta kepada KONI Tebo agar menyisihkan sementara anggaran pembinaan Cabor untuk bonus atlet menjelang ada penganggaran bonus pada APBD-Perubahan. “KONI tidak setuju,”katanya.

Untuk itu, dia minta kepada atlet Tebo yang berprestasi pada Porprov XXII Jambi 2018 kemarin agar bisa bersabar. “Kita upayakan tahun 2019 ini bonusnya diberikan,”kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo menjanjikan bonus Rp 12,5 juta untuk atlet peraih medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi XXII, di Jambi. Hal ini dikatakan langsung oleh Bupati Tebo, Sukandar saat beri kata sambutan pada acara pelantikan Ketua dan Pengurus KONI Tebo di Pendopo rumah dinas Bupati Tebo, Senin lalu (24/09/2018).

Hal yang sama juga dikatakan oleh Wakil Bupati Tebo, Syahlan Arfan saat pelepasan 369 atlit dan 41 pendamping, untuk mengikuti Porprov XXII Jambi 2018, di pendopo rumah dinas bupati Tebo pada Sabtu lalu (17/11/2018).

Wabup menjanjikan, Pemkab Tebo telah menyediakan bonus sesuai prestasi yang diraih. Satu medali emas akan diberi bonus uang sebesar Rp.12.500.000, medali perak 6.000.000 dan perunggu sebesar Rp.3.000.000.

“Bonus ini sudah kita siapkan dari APBD Tebo. Dan kita berharap masing-masing atlit bisa mendapatkannya,”kata Syahlan waktu itu.

Diketahui, dari 31 cabor yang dipertandingkan di Porprov XXII Jambi 2018, Tebo mengikuti pertandingan di 29 cabor. Dari jumlah tersebut, Tebo berhasil memperoleh 30 medali emas, 27 perak dan 42 perunggu. (Sya)

SILAHKAN KOMENTAR 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post